top of page

VARISES

dr. Nanda | 28 Februari 2026

VARISES

Pendahuluan
Varises merupakan pelebaran dan pemanjangan vena superfisial yang disertai dengan gangguan fungsi katup vena. Kondisi ini paling sering terjadi pada ekstremitas bawah dan termasuk dalam spektrum chronic venous disease (CVD). Varises tidak hanya berdampak pada aspek kosmetik, tetapi juga dapat menimbulkan keluhan klinis hingga komplikasi serius seperti ulkus vena.
Prevalensi varises cukup tinggi pada populasi dewasa, dengan angka kejadian lebih besar pada perempuan dibanding laki-laki.

Anatomi dan Fisiologi Vena Tungkai
Sistem vena tungkai terdiri dari:
Vena superfisial
Vena dalam
Vena perforator

Aliran darah vena dari tungkai menuju jantung dibantu oleh:
Katup vena satu arah
Kontraksi otot betis (muscle pump)
Tekanan negatif intratorakal
Gangguan pada katup vena menyebabkan refluks vena dan peningkatan tekanan vena kronik.


Patofisiologi
Varises terjadi akibat:
Kelemahan dinding vena
Disfungsi katup vena
Hipertensi vena kronik
Tekanan yang meningkat menyebabkan:
Dilatasi vena
Perubahan inflamasi dinding vena
Gangguan mikrosirkulasi
Perubahan kulit hingga ulserasi pada stadium lanjut


Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko varises antara lain:
Usia > 40 tahun
Jenis kelamin perempuan
Kehamilan
Obesitas
Berdiri lama
Riwayat keluarga
Kurang aktivitas fisik
Kehamilan meningkatkan risiko karena efek hormonal (progesteron) dan tekanan uterus terhadap vena pelvis.

Manifestasi Klinis
Gejala dapat berupa:

Stadium Awal
Pembuluh darah tampak menonjol dan berkelok
Rasa berat pada kaki
Nyeri atau pegal
Kram malam hari
Gatal

Stadium Lanjut
Edema pergelangan kaki
Hiperpigmentasi
Dermatitis stasis
Lipodermatosklerosis
Ulkus vena


Diagnosis
1. Anamnesis
Durasi keluhan
Riwayat berdiri lama
Riwayat keluarga
Kehamilan
Nyeri atau pembengkakan

2. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi vena menonjol
Edema
Perubahan warna kulit
Ulkus

3. Pemeriksaan Penunjang
USG Doppler vena merupakan gold standard untuk:
Menilai refluks vena
Menilai sistem vena dalam
Menentukan rencana terapi


Klasifikasi
Klasifikasi CEAP digunakan untuk menilai derajat keparahan:
C0: Tidak ada tanda klinis
C1: Telangiektasis
C2: Varises
C3: Edema
C4: Perubahan kulit
C5: Ulkus sembuh
C6: Ulkus aktif



Tatalaksana
1. Terapi Konservatif
✔️ Elevasi tungkai
✔️ Stoking kompresi (20–30 mmHg)
✔️ Olahraga rutin (jalan kaki)
✔️ Penurunan berat badan
✔️ Hindari berdiri lama
Terapi konservatif menjadi pilihan awal terutama pada varises ringan hingga sedang.

2. Terapi Intervensi
Dilakukan bila:
Gejala berat
Tidak membaik dengan terapi konservatif
Terjadi komplikasi

Pilihan terapi:
Skleroterapi
Endovenous laser therapy (EVLT)
Radiofrequency ablation (RFA)
Operasi ligasi dan stripping vena

Metode endovenous minimal invasif saat ini lebih banyak dipilih karena hasil kosmetik lebih baik dan pemulihan lebih cepat.

Komplikasi
Jika tidak ditangani, varises dapat menyebabkan:
Tromboflebitis superfisial
Perdarahan spontan
Ulkus vena kronis
Infeksi sekunder


Pencegahan
Aktivitas fisik rutin
Menghindari obesitas
Menghindari berdiri/duduk lama
Menggunakan stoking kompresi pada individu berisiko tinggi

Prognosis
Sebagian besar varises bersifat kronis dan progresif, tetapi dengan tata laksana yang tepat, gejala dapat dikontrol dan komplikasi dapat dicegah.

Kesimpulan
Varises merupakan manifestasi dari gangguan sirkulasi vena kronik yang dapat menimbulkan keluhan ringan hingga komplikasi berat. Diagnosis terutama bersifat klinis dengan konfirmasi USG Doppler. Tatalaksana meliputi terapi konservatif hingga tindakan intervensi minimal invasif. Edukasi dan deteksi dini berperan penting dalam mencegah komplikasi jangka panjang.

Daftar Pustaka
Eberhardt RT, Raffetto JD. Chronic venous insufficiency. Circulation. 2014;130(4):333–346.
Gloviczki P, Comerota AJ, Dalsing MC, et al. The care of patients with varicose veins and associated chronic venous diseases. J Vasc Surg. 2011;53(5 Suppl):2S–48S.
National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Varicose veins in the legs: diagnosis and management (CG168). London: NICE; 2013 (updated 2020).
Beebe-Dimmer JL, Pfeifer JR, Engle JS, Schottenfeld D. The epidemiology of chronic venous insufficiency and varicose veins. Ann Epidemiol. 2005;15(3):175–184.
Bergan JJ, Schmid-Schönbein GW, Smith PD, Nicolaides AN, Boisseau MR, Eklof B. Chronic venous disease. N Engl J Med. 2006;355(5):488–498.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page