top of page

Vaginitis: Epidemiologi, Etiologi, Diagnosis, dan Penatalaksanaan

dr.Nanda | 27 Feb 2026

Vaginitis: Epidemiologi, Etiologi, Diagnosis, dan Penatalaksanaan

Pendahuluan
Vaginitis adalah istilah klinis untuk peradangan pada vagina, yang ditandai oleh perubahan karakteristik keputihan, gatal, bau tidak sedap, dan kadang nyeri. Kondisi ini sering terjadi pada wanita usia reproduktif dan merupakan salah satu keluhan ginekologis yang paling sering ditemui di praktik klinik.

Epidemiologi
Vaginitis merupakan salah satu alasan utama kunjungan ke klinik kandungan/UMUM. Prevalensinya tinggi terutama pada wanita usia subur. Faktor risiko meliputi:
Aktivitas seksual
Penggunaan antibiotik
Ketidakseimbangan flora vaginal
Iritasi kimia/topikal
Kehamilan
Diabetes mellitus

Etiologi
Vaginitis dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme infeksi atau non-infeksi:
1. Vaginosis Bakteri (VB)
Ini adalah bentuk yang paling sering, disebabkan oleh ketidakseimbangan flora vagina dengan dominasi bakteri anaerob. Bakteri seperti Gardnerella vaginalis dan anaerob lainnya meningkat, sementara Lactobacillus menurun.
2. Kandidiasis Vulvovaginal
Disebabkan oleh Candida spp., terutama C. albicans. Ini bukan infeksi bakteri tetapi ragi/jamur yang menyerang mukosa vagina.
3. Trikomoniasis
Infeksi parasit Trichomonas vaginalis, ditandai keputihan berbusa dan bau tidak sedap.
4. Iritasi / Dermatitis Kontak
Akibat sabun, produk intim, spermisida, atau iritan kimia lain.

Patofisiologi Singkat
Normalnya, flora vagina didominasi Lactobacillus yang memproduksi asam laktat sehingga pH vagina rendah (<4,5), mempertahankan keseimbangan mikrobiota. Ketika keseimbangan ini terganggu oleh antibiotik, perubahan hormonal, atau iritasi kimia, terjadi proliferasi mikroba patogen yang memicu peradangan dan gejala klinis.

Manifestasi Klinis
Gejala vaginitis bervariasi tergantung penyebabnya:
Vaginosis Bakteri (VB)
Keputihan tipis berwarna abu–abu
Bau amis terutama setelah hubungan
Iritasi ringan atau tanpa rasa gatal

Kandidiasis
Keputihan kental putih seperti “keju”
Gatal dan iritasi intens
Rasa terbakar
Kadang erythema vulva

Trikomoniasis
Keputihan berbusa berwarna kuning–hijau
Bau tidak sedap
Nyeri saat berhubungan
Iritasi vulva

Diagnosis
Diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium:
1. Anamnesis dan Gejala
Pengambilan riwayat yang komprehensif membantu mengarah ke penyebab utama (mis. gatal dominan → kandidiasis).
2. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi vulva dan vagina, warna/tekstur keputihan, pH vagina.
3. Pemeriksaan Laboratorium
pH vaginal
Normal: 3,8–4,5
VB: >4,5
Trikomoniasis: umumnya >4,5
Kandidiasis: pH sering normal
Mikroskopis langsung
Klorida + bakteri klep → clue cells pada VB
Hifa/antikuli ragi pada kandidiasis
Gerakan aktif Trichomonas pada trikomoniasis
Tes tambahan seperti kultur jika diagnosis ragu


Penatalaksanaan
Pendekatan tergantung etiologi:
1. Vaginosis Bakteri
Metronidazol oral atau intravaginal
Klindamisin topikal

2. Kandidiasis
Antijamur topikal (mis. klotrimazol)
Fluconazole oral

3. Trikomoniasis
Metronidazol atau tinidazol oral

4. Iritasi Kimia
Hentikan pemicu
Perawatan lokal non-sabun yang lembut

Pencegahan
Hindari iritasi kimia berlebihan
Gunakan pakaian dalam berbahan katun
Hindari douche vaginal rutin
Pertahankan kebersihan genital yang sesuai

Komplikasi
Tanpa penanganan yang tepat, vaginitis dapat menyebabkan:
Penyebaran infeksi ke organ panggul → penyakit radang panggul
Risiko komplikasi kehamilan (pada yang hamil)
Discomfort seksual

Kesimpulan
Vaginitis adalah kondisi inflamasi vagina yang etiologinya beragam — dari bakteri (VB), jamur (Candida), parasit (Trichomonas), sampai iritasi non-infeksi. Diagnosis akurat memerlukan anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium sederhana (pH, mikroskop). Penatalaksanaan berdasarkan penyebab spesifik dapat mengurangi gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Daftar Pustaka (Jurnal/Referensi Ilmiah)
Sobel JD. Vulvovaginal candidosis. Lancet. 2007;369(9577):1961–1971.
Sobel JD. Vulvovaginal infections. N Engl J Med. 2016;374(9):848–857.
Workowski KA, Bachmann LH, Chan PA, et al. Sexually transmitted infections treatment guidelines, 2021. MMWR Recomm Rep. 2021;70(4):1–187.
Hainer BL, Gibson MV. Vaginitis: diagnosis and treatment. Am Fam Physician. 2011;83(7):807–815.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Vaginal infections (vaginitis). Atlanta: CDC; 2023.


  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page