Tumbuh Kembang dan Stimulasi Pada Bayi 0- 6 bulan
dr. Fifin | 21 Des 2025

Perkembangan adalah pertambahan kemampuan dan kompleksitas dari fungsi tubuh sebagai hasil dari pertumbuhan, maturitas dan latihan/belajar. Oleh karena itu perkembangan mempunyai sifat yang terarah, progresif (ada kemajuan) dan terpadu (ada hubungannya dengan perubahan sebelumnya, saat ini dan setelahnya). Terdapat berbagai perkembangan pada anak antara lain perkembangan motorik, bahasa, sosial, kognitif, emosi, perilaku, seksual dan kemandirian.
Stimulasi adalah rangsangan terhadap kemampuan dasar anak pada usia 0-6 tahun untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Stimulasi yang tepat dan benar sesuai usia dan kebutuhan akan dapat merangsang otak anak dalam meningkatkan pemahaman sehingga dapat mempengaruhi perkembangan seperti motorik, bahasa, sosial, kognitif, emosi, perilaku, seksual dan kemandirian dimana hal tersebut dapat dicapai dengan melibatkan peran serta orang tua dan anggota keluarga yang lainnya termasuk lingkungan.
Perkembangan Motorik Kasar Normal Pada Tahun Pertama Kehidupan
1) Bayi usia 0-3 bulan:
a) Dapat mengangkat kepala.
b) Dapat mengikuti arah obyek dengan mata.
c) Dapat melihat dengan mimik wajah tersenyum.
d) Dapat bereaksi terhadap bunyi atau suara.
e) Dapat mengenal ibunya melalui sensasi pendengaran, kontak, penglihatan, dan penciuman.
f) Dapat menahan barang-barang yang sedang dipegangnya.
g) Dapat mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.
2) Bayi usia 3-6 bulan:
a) Dapat mengangkat kepala hingga setinggi 90°.
b) Dapat mengangkat dada dengan bertopang pada tangan.
c) Dapat belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya bahkan diluar jangkauannya.
d) Dapat menaruh benda-benda yang di penggang kedalam mulutnya.
e) Dapat berusaha memperluas penglihatannya atau lapang pandang.
f) Dapat tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain main.
g) Dapat mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang atau pemecahan masalah.
Stimulasi Perkembangan pada Tahun Pertama Kehidupan
Cara Stimulasi Perkembangan Anak 0-3 bulan:
1. Latihan mengangkat kepala pada posisi tengkurap.
a. Tengkurapkan bayi, sementara ibu berada di samping bayi.
b. Beri ketukan yang lembut pada bagian punggung atas bayi sampai kepala bayi terangkat ke atas. Kepala akan terangkat sebagai respon refleks bayi. Reaksi ini akan menghilang ketika anak sdh mampu berguling secara mandiri.
c. Lakukan aktivitas ini selama 2-3 menit, 2 kali sehari.
2. Latihan mempertahankan kepala bayi tetap tegak
a. Letakkan bayi di pangkuan anda sambil dipegangi pada dadanya.
b. Lalu berikan tekanan yang ringan pada bagian kepala bayi ke arah leher ke bawah.
c. Lakukan selama 2-3 menit, 2 kali sehari.
3. Membiarkan anak tengkurap tanpa diberi stimulasi
Posisi tengkurap dapat dilakukan sesuai kenyamanan anak. Aktivitas ini dapat dilakukan 2-3 kali sehari, di luar waktu stimulasi nomor 1. Misalnya ketika anda sedang mengambil pakaiannya setelah ia dimandikan. Perhatikan bahwa anda harus mendampingi anak selama tengkurap.
4. Latihan menyilangi garis tengah
Pada usia ini, anak belum memahami bahwa bagian tubuh kanan dan kirinya adalah sama-sama bagian tubuhnya. Hal ini karena bagian otak yang menghubungkan antara otak kiri dan kanan belum berkembang sempurna. Anda dapat membantu pertumbuhan bagian otak ini dengan cara menggerakkan lengan dan tungkai anak sebelah kiri sampai ke kanan, dan sebaliknya. Lakukan sambil bermain dan bernyanyi.
5. Menyanyi dan membaca untuk anak.
Suara orangtua adalah suara yang terbaik. Apabila anda memanfaatkan video di ponsel, radio maupun televisi, namun perhatikan bahwa orangtua harus tetap bersuara aktif menimpali suara yang muncul dari perangkat.
6. Mengajak anak bicara maupun memberikan mainan.
Pada usia ini, mata anak belum berkembang, sehingga hanya mampu membedakan warna primer, dengan demikian memberikan barang-barang sehari-hari berwarna merah, hitam, dan biru akan lebih mudah direspon anak.
Cara stimulasi Perkembangan Anak Usia 3-6 Bulan:
1. Latihan berguling dari posisi terlentang
a. Pada saat anak terlentang, dorong pelan-pelan salah satu paha anak hingga melewati paha sebelahnya, agar anak mulai terdorong untuk tengkurap.
b. Setelah anak tengkurap, tarik pinggul anak perlahan agar anak terdorong untuk terlentang.
c. Lakukan selama 2-3 menit, 2 kali sehari.
2. Latihan menumpuh badan dengan kedua lengan pada posisi tengkurap
a. Tengkurapkan bayi dengan lengan menyangga badannya, kemudian pegangi kedua bahunya.
b. Kemudian beri tekanan yang ringan pada kedua bahu dengan arah kebawah menuju lengan.
c. Lakukan selama 2-3 menit, 2 kali sehari.
3. Latihan persiapan merangkak
a. Ketika anak tengkurap maupun main, minta anak meraih mainan.
b. Mainan dapat berupa barang yang digunakan sehari-hari. Pada usia ini, anak seharusnya mulai mampu menggenggam barang yang diberikan. Secara perlahan-lahan anak akan meraih lebih jauh.
c. Pada posisi anak tengkurap, gerakkan tungkainya sehingga anak terdorong merangkak.
4. Latihan duduk dari posisi tengkurap
a. Anak mungkin mulai meminta diposisikan duduk. Perhatikan posisi leher anak harus lebih tegak.
b. Posisi bayi tengkurap lalu pegangi ke dua panggulnya.
c. Kemudian beri tarikan pada panggul kearah posisi duduk.
d. Lakukan selama 2-3 menit, 2 kali sehari.
5. Latihan menyilangi garis tengah
Pada usia ini, mata anak mulai melihat dengan jelas, dan gerakan menyilangi garis tengah akan dapat dilakukan sendiri oleh anak, terlihat dari gerakan anak mulai menepuk-nepukkan tangan dan kakinya secara bersamaan di depan matanya. Anda dapat membantu anak untuk semakin mengembangkan kegiatan ini dalam posisi duduk maupun berbaring. Kegiatan ini akan bermanfaat untuk mengajar anak merangkak.
Referensi:
http://repository.uki.ac.id/13344/1/PanduanStimulasiTumbuhKembangAnak.pdf
https://media.neliti.com/media/publications/618096-tumbuh-kembang-anak-34e7b91f.pdf