Tinea Pedis (Kutu Air)
dr. Nanda | 27 Desember 2025

1. Definisi
Tinea pedis adalah infeksi jamur superfisial pada kulit kaki yang disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama menyerang sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Penyakit ini termasuk salah satu dermatofitosis yang paling sering ditemukan, terutama di daerah beriklim tropis dan lembap.
2. Etiologi
Jamur penyebab tinea pedis berasal dari kelompok dermatofita yang memiliki kemampuan mencerna keratin. Spesies yang paling sering ditemukan meliputi:
Trichophyton rubrum
Trichophyton mentagrophytes
Epidermophyton floccosum
3. Epidemiologi
Tinea pedis merupakan dermatofitosis paling umum di dunia. Diperkirakan 10–25% populasi pernah mengalami infeksi ini. Angka kejadian lebih tinggi pada:
Daerah tropis
Pekerja dengan paparan air atau kelembapan tinggi
Individu yang sering menggunakan sepatu tertutup dalam waktu lama
4. Faktor Risiko
Kaki lembap atau sering basah
Hiperhidrosis
Penggunaan sepatu tertutup berkepanjangan
Kebersihan kaki yang buruk
Lingkungan padat dan lembap
Berbagi alas kaki atau handuk
5. Patofisiologi
Tinea pedis terjadi akibat invasi jamur dermatofita pada stratum korneum kulit kaki.
Paparan dan Adherensi
Jamur masuk melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi (lantai kamar mandi, sepatu, kaus kaki). Lingkungan kaki yang hangat dan lembap mempermudah jamur melekat pada kulit.
Kolonisasi Stratum Korneum
Dermatofita menghasilkan enzim seperti keratinase, protease, dan lipase yang memecah keratin, memungkinkan jamur bertahan dan berkembang di lapisan kulit superfisial tanpa menembus jaringan lebih dalam.
Respons Inflamasi Lokal
Aktivitas jamur dan produk metaboliknya memicu inflamasi:
Gatal dan rasa terbakar
Eritema ringan
Hiperkeratosis dan skuama
Pada beberapa kasus, terbentuk vesikel atau lepuhan kecil
Kerusakan Barier Kulit
Gangguan stratum korneum menyebabkan fisura, meningkatkan kehilangan cairan kulit, serta mempermudah terjadinya infeksi bakteri sekunder.
Perjalanan Kronik dan Kekambuhan
Bila faktor risiko tidak diatasi, jamur dapat menetap dan menyebabkan infeksi kronik, berulang, atau menyebar ke kuku (tinea unguium).
6. Gambaran Klinis
Gejala yang sering ditemukan:
Gatal atau rasa terbakar
Kulit mengelupas dan bersisik
Retakan kulit (fisura)
Bau kaki
Vesikel atau lepuhan kecil
Bentuk Klinis
Interdigital – sela jari tampak putih, lembap, dan gatal
Hyperkeratotic (moccasin type) – penebalan dan skuama difus di telapak kaki
Vesikulobullous – vesikel inflamasi pada telapak atau sisi kaki
7. Diagnosis
Anamnesis dan pemeriksaan fisik
Kerokan kulit + KOH 10–20% untuk melihat hifa jamur
Kultur jamur bila diagnosis meragukan
8. Diagnosis Banding
Dermatitis kontak
Psoriasis plantaris
Eksim
Infeksi bakteri sekunder
9. Penatalaksanaan
9.1 Terapi Topikal (Lini Pertama)
Terbinafine
Ketoconazole
Clotrimazole
Ciclopirox
Tolnaftate
Digunakan 1–2 kali sehari selama 1–6 minggu.
9.2 Terapi Sistemik
Dipertimbangkan pada kasus luas, kronik, atau gagal terapi topikal:
Terbinafine oral
Itraconazole
Fluconazole
10. Pencegahan
Mengeringkan kaki setelah mandi
Mengganti kaus kaki secara rutin
Menghindari sepatu lembap dan tertutup lama
Menggunakan alas kaki di tempat umum
Tidak berbagi alas kaki atau handuk
Penggunaan bedak antijamur sebagai pencegahan
11. Prognosis
Prognosis umumnya baik dengan terapi yang adekuat. Kekambuhan sering terjadi bila faktor risiko tidak dikendalikan.
12. Komplikasi
Infeksi bakteri sekunder
Dermatitis kronik
Penyebaran ke kuku (tinea unguium)
Penurunan kualitas hidup pasien
Daftar Pustaka
Haerani H, Zulkarnain Z. Review: Tinea Pedis. Prosiding Seminar Nasional Biologi; 2023.
Amanah A, Sutisna A, Alibasjah RW. Isolasi dan Identifikasi Mikrofungi Dermatofita pada Penderita Tinea Pedis. Tunas Medika J Kedokteran & Kesehatan; 2015.
Andi F, Suardi S, Dina D, Tenri P. Kejadian Infeksi Jamur Penyebab Tinea Pedis Terkait Higienitas. Jurnal Medika; 2022.
Sumiati B, Salsabilla DP, et al. Epidemiologi Infeksi Jamur Penyebab Tinea Pedis. Jurnal Fatmawati Lab & Medical Science; 2025.
Ago Harlim, Namira VP, MZR. Hubungan Infeksi Tinea Pedis dengan Pekerja Jasa Cuci Mobil. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia; 2023.