Tension-Type Headache
dr.Nanda | 12 Maret 2026

Sakit kepala merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh masyarakat. Salah satu jenis sakit kepala yang paling umum adalah Tension-Type Headache atau sakit kepala tipe tegang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan stres, kelelahan, dan ketegangan otot di area kepala serta leher.
Pengertian
Tension-type headache adalah jenis sakit kepala primer yang ditandai dengan nyeri kepala yang terasa seperti tekanan atau ikatan di sekitar kepala. Nyeri biasanya bersifat ringan hingga sedang dan sering dirasakan di kedua sisi kepala.
Jenis sakit kepala ini merupakan tipe sakit kepala yang paling sering terjadi dibandingkan dengan jenis sakit kepala lainnya seperti Migraine.
Epidemiologi
Tension-type headache merupakan jenis sakit kepala yang paling sering ditemukan pada populasi umum. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30–70% orang dewasa pernah mengalami kondisi ini.
Kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering dialami oleh:
Orang dewasa usia produktif
Individu dengan tingkat stres tinggi
Pekerja yang sering duduk lama atau bekerja di depan komputer
Patofisiologi
Patofisiologi tension-type headache bersifat kompleks dan melibatkan interaksi antara faktor otot, saraf, dan sistem saraf pusat.
1. Ketegangan Otot Perikranial
Salah satu mekanisme utama adalah peningkatan ketegangan pada otot-otot sekitar kepala dan leher (pericranial muscles). Ketegangan otot ini dapat disebabkan oleh:
Postur tubuh yang buruk
Aktivitas statis yang lama
Stres emosional
Ketegangan otot ini dapat menyebabkan aktivasi reseptor nyeri (nociceptors) pada jaringan otot.
2. Sensitisasi Sistem Saraf
Stimulasi nyeri yang berlangsung lama dapat menyebabkan sensitisasi sistem saraf pusat. Hal ini menyebabkan sistem saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri.
Akibatnya, rangsangan yang ringan sekalipun dapat memicu sensasi nyeri kepala.
3. Disfungsi Jalur Modulasi Nyeri
Pada kondisi normal, tubuh memiliki sistem penghambat nyeri di otak. Pada tension-type headache, terjadi gangguan pada sistem modulasi nyeri ini sehingga persepsi nyeri meningkat.
4. Peran Stres dan Faktor Psikologis
Stres emosional dapat memicu pelepasan hormon stres yang memengaruhi aktivitas sistem saraf dan otot. Hal ini dapat memperburuk ketegangan otot dan meningkatkan sensitivitas nyeri.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat memicu tension-type headache antara lain:
Stres atau tekanan emosional
Kurang tidur
Kelelahan
Postur tubuh yang buruk
Terlalu lama bekerja di depan komputer
Dehidrasi
Terlambat makan
Ketegangan otot leher dan bahu
Gejala Klinis
Gejala tension-type headache biasanya meliputi:
Nyeri kepala terasa seperti ditekan atau diikat
Nyeri pada kedua sisi kepala
Intensitas nyeri ringan hingga sedang
Ketegangan pada leher dan bahu
Sensitif terhadap cahaya atau suara ringan
Tidak disertai mual dan muntah berat
Berbeda dengan migrain, sakit kepala tipe tegang biasanya tidak semakin memburuk dengan aktivitas fisik.
Diagnosis
Diagnosis tension-type headache ditegakkan berdasarkan:
1. Anamnesis
Dokter akan menilai karakteristik nyeri kepala, durasi, serta faktor pemicu.
2. Pemeriksaan Fisik
Biasanya ditemukan ketegangan pada otot kepala dan leher.
3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan tambahan seperti CT scan atau MRI jarang diperlukan kecuali terdapat tanda bahaya seperti:
Nyeri kepala yang sangat berat
Gangguan neurologis
Nyeri kepala mendadak yang tidak biasa
Penatalaksanaan
1. Terapi Non-Farmakologis
Pendekatan non-obat sangat penting dalam mengatasi tension-type headache, antara lain:
Istirahat yang cukup
Manajemen stres
Peregangan otot leher dan bahu
Memperbaiki postur tubuh
Mengurangi penggunaan gadget berlebihan
Teknik relaksasi atau meditasi
2. Terapi Farmakologis
Obat pereda nyeri dapat digunakan untuk mengurangi keluhan, seperti:
Paracetamol
Ibuprofen
Naproxen
Penggunaan obat harus sesuai anjuran dokter agar tidak terjadi medication overuse headache.
Pencegahan
Beberapa langkah yang dapat membantu mencegah tension-type headache meliputi:
Mengelola stres dengan baik
Tidur cukup dan teratur
Mengatur waktu istirahat saat bekerja
Menjaga hidrasi tubuh
Melakukan olahraga ringan secara rutin
Melakukan peregangan otot leher dan bahu
Komplikasi
Tension-type headache umumnya tidak berbahaya, namun bila terjadi secara kronis dapat menyebabkan:
Gangguan aktivitas sehari-hari
Penurunan kualitas hidup
Ketergantungan obat pereda nyeri
Kesimpulan
Tension-type headache merupakan jenis sakit kepala yang paling sering terjadi di masyarakat. Kondisi ini berkaitan dengan ketegangan otot, stres, serta gangguan modulasi nyeri pada sistem saraf. Dengan mengenali faktor pemicu dan menerapkan pola hidup sehat, keluhan sakit kepala tipe tegang dapat dicegah dan ditangani dengan baik.
Sumber
Olesen J, et al. The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition. Cephalalgia. 2018.
Bendtsen L, et al. Evidence-based guideline on the treatment of tension-type headache. European Journal of Neurology. 2010.
Jensen R, Stovner LJ. Epidemiology and comorbidity of headache. Lancet Neurology. 2008.
Silberstein SD. Tension-type headache. Lancet. 2004.
Longo DL, et al. Harrison's Principles of Internal Medicine. 21st Edition. McGraw-Hill.