Tambal Gigi Bikin Gigi Cepat Rapuh? Fakta atau Hoax?
drg. Refina | 27 April 2026

Karies merupakan infeksi bakteri yang merusak struktur gigi seperti enamel, dentin dan sementum gigi diikuti oleh kerusakan bahan organiknya dan merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh setiap individu. Penyebab karies gigi sangat beragam, mulai dari perubahan pola hidup, tingkat ekonomi dan kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut.
Dua jenis bakteri yang paling sering menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococcus mutans dan Lactobacillus. Bakteri tersebut mengubah glukosa dan karbohidrat dari makanan menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam yang dihasilkan secara terus-menerus ini kemudian merusak struktur gigi secara bertahap.
Jika gigi yang berlubang tidak segera dirawat, kerusakan akan semakin meluas dan menembus lapisan yang lebih dalam. Ketika enamel dan dentin mulai rusak, lubang pada gigi menjadi semakin jelas terlihat. Area yang terkena biasanya mengalami perubahan warna dan terasa lunak saat disentuh. Jika kerusakan telah mencapai bagian dalam gigi yang terhubung dengan saraf, maka dapat menimbulkan rasa nyeri. Rasa sakit ini bisa semakin parah saat gigi terpapar makanan atau minuman panas, dingin, maupun manis. Selain itu, karies gigi juga dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.
Salah satu perawatan karies gigi ialah dengan melakukan restorasi atau penambalan gigi. Tambal gigi merupakan tindakan perawatan dengan meletakkan bahan pengisi gigi atau tambalan ke lubang gigi yang sudah dibersihkan dari bakteri. Dengan menutup lubang gigi menggunakan tambalan, maka jalan masuk bakteri akan tertutup, sehingga bisa menghentikan kerusakan gigi lebih lanjut dan kerusakan gigi dapat teratasi sehingga gigi bisa kembali ke bentuknya semula dan bisa kembali berfungsi dengan baik.
Dengan demikian, anggapan bahwa tambal gigi dapat menyebabkan gigi menjadi cepat rapuh adalah kurang tepat. Pada kenyataannya, gigi menjadi tipis dan rapuh akibat kerusakan yang disebabkan oleh bakteri di dalamnya. Prosedur penambalan sendiri diawali dengan pembersihan jaringan gigi yang terkena karies. Tahap ini dapat membuat gigi tampak seolah-olah semakin menipis. Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh proses pembersihan, melainkan karena kerusakan yang sudah terjadi sebelumnya akibat karies yang masih aktif.
Sumber :
- Azzahra, M. S. A., Ompusunggu, N. Y., Sulistiani, D. A., Purnamasari, C. B., & Kambay, P. P. (2025). Hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan mengenai penambalan gigi pada masyarakat Kota Samarinda. Mulawarman Dental Journal, 5(2).