Sikat Gigi Terlalu Keras = Lebih Bersih?
drg. Refina | 22 Januari 2026

Masyarakat sering kali menyikat gigi dengan kuat dan bertekanan tinggi agar sisa makanan dapat terambil dan gigi menjadi lebih bersih. Namun, tekanan saat menyikat gigi sangat berpengaruh terhadap munculnya gigi sensitif di masyarakat. Meskipun menyikat gigi sangat penting, menyikat gigi dengan tekanan berlebihan dapat merusak gusi dan lapisan pelindung gigi. Akibatnya, gusi bisa turun dan lapisan dalam gigi terbuka, sehingga gigi menjadi ngilu atau sensitif, terutama saat minum dingin, makanan manis, asam, atau saat tersentuh sikat gigi.
Banyak orang terbiasa menyikat gigi terlalu keras, sehingga gigi dan gusi menjadi lebih mudah bermasalah. Jika tekanan menyikat gigi dapat dikontrol dan dilakukan dengan lembut, maka risiko gigi sensitif dapat dikurangi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cara menyikat gigi berpengaruh terhadap terjadinya resesi gusi (gusi turun). Resesi gusi adalah kondisi ketika gusi menyusut sehingga bagian akar gigi terlihat, dan ini bisa menyebabkan gigi menjadi sensitif serta mudah rusak.
Sebagian besar penelitian menemukan bahwa teknik menyikat gigi horizontal (maju–mundur) paling sering digunakan dan paling banyak dikaitkan dengan resesi gusi yang parah. Pada beberapa penelitian, teknik ini bahkan menyebabkan resesi gusi tingkat berat, disertai kerusakan tulang penyangga gigi dan posisi gigi yang tidak normal.
Teknik menyikat gigi vertikal (atas–bawah) juga ditemukan berhubungan dengan resesi gusi, meskipun pada beberapa penelitian tingkat keparahannya lebih rendah dibandingkan teknik horizontal. Namun, jika dilakukan dengan tekanan terlalu keras, teknik vertikal tetap berisiko menyebabkan gusi turun.
Cara menyikat gigi lain yang dianjurkan adalah menyikat gigi secara perlahan dan teratur, dimulai dari gigi bagian belakang lalu ke bagian depan, baik pada bagian luar maupun bagian dalam gigi. Permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah disikat dengan gerakan maju mundur. Menyikat gigi sebaiknya dilakukan bertahap pada satu area terlebih dahulu, baru berpindah ke area lain agar semua bagian gigi benar-benar bersih.
Tujuan menyikat gigi adalah untuk:
1. Membersihkan plak dan sisa makanan
2. Mencegah terbentuknya plak baru
3. Merangsang kesehatan gusi
4. Serta membantu kerja pasta gigi dalam mencegah gigi berlubang, penyakit gusi, dan mengurangi gigi sensitif.
Selain itu, jenis sikat gigi juga berpengaruh. Sikat gigi dengan bulu sedang atau keras, jika digunakan bersama teknik menyikat yang salah, dapat meningkatkan risiko resesi gusi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa laki-laki lebih sering mengalami resesi gusi dibandingkan perempuan.
Menyikat gigi sebenarnya sangat penting untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Namun, jika dilakukan dengan cara yang tidak benar, seperti:
1. Menyikat terlalu keras
2. Terlalu lama
3. Terlalu sering
4. Menggunakan bulu sikat yang tidak sesuai
5. Menggunakan teknik yang salah
Kebiasaan menyikat gigi justru bisa merusak gusi.
Selain teknik, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah:
1. Lama menyikat gigi: sekitar 2–5 menit
2. Frekuensi: cukup 2 kali sehari
3. Waktu yang tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur malam
4. Pemilihan sikat gigi: sebaiknya bulu sikat lembut
Menyikat gigi tidak perlu dengan tenaga kuat, karena plak itu lunak dan mudah dibersihkan dengan tekanan ringan.Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3 bulan. Jika bulu sikat sudah rusak sebelum 3 bulan, itu menandakan tekanan menyikat gigi terlalu keras. Kebersihan sikat gigi juga penting karena sikat gigi bisa menjadi tempat menempelnya kuman penyebab penyakit. Dengan menyikat gigi secara lembut, teratur, dan menggunakan sikat yang tepat, kesehatan gigi dan gusi dapat lebih terjaga serta risiko gigi sensitif dapat diminimalkan.
Sumber :
1. Andriani, & Zahara, E. (2019). Hubungan tekanan menyikat gigi dengan terjadinya gigi sensitif pada masyarakat Desa Kandang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health), 3(2)
2. Tandigau, C. M., Juliatri, & Khoman, J. A. (2023). Hubungan teknik menyikat gigi dengan terjadinya resesi gingiva. e-GiGi, 11(2), 121–127