top of page

Sifilis

dr.Nanda| 13 Maret 2026

Sifilis

Pendahuluan
Syphilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, yaitu bakteri spirochete berbentuk spiral yang sangat invasif. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai manifestasi klinis dan sering disebut sebagai “the great imitator” karena gejalanya dapat menyerupai banyak penyakit lain.
Sifilis ditularkan terutama melalui kontak seksual langsung dengan lesi infeksius, tetapi juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital.

Etiologi
Agen penyebab sifilis adalah Treponema pallidum, bakteri gram-negatif berbentuk spiral yang memiliki kemampuan motilitas tinggi. Bakteri ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia dan terutama ditularkan melalui kontak langsung dengan lesi pada kulit atau mukosa.

Cara Penularan
Penularan sifilis dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:
Hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan penderita.
Kontak langsung dengan luka sifilis (chancre).
Penularan dari ibu ke janin selama kehamilan (sifilis kongenital).
Jarang melalui transfusi darah yang terkontaminasi.


Faktor risiko utama meliputi:
Berganti-ganti pasangan seksual
Tidak menggunakan kondom
Riwayat infeksi menular seksual
Hubungan seksual berisiko tinggi


Patofisiologi Sifilis
Patofisiologi sifilis dimulai saat Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh melalui mikroabrasi pada kulit atau mukosa selama kontak seksual.
1. Invasi Awal
Setelah masuk ke jaringan, bakteri berkembang biak secara lokal di tempat masuknya kuman. Dalam waktu beberapa jam hingga hari, bakteri mulai menyebar melalui pembuluh limfatik dan aliran darah ke seluruh tubuh.
2. Pembentukan Lesi Primer
Respon imun tubuh terhadap infeksi menyebabkan terbentuknya chancre, yaitu ulkus yang tidak nyeri dengan dasar bersih dan tepi yang keras. Lesi ini terjadi akibat:
reaksi inflamasi lokal
infiltrasi sel limfosit dan plasma
endarteritis obliterans (peradangan pembuluh darah kecil)

Kerusakan pembuluh darah kecil menyebabkan nekrosis jaringan dan terbentuknya ulkus.

3. Penyebaran Sistemik
Setelah fase primer, bakteri menyebar secara hematogen ke berbagai organ tubuh. Pada tahap ini muncul sifilis sekunder yang ditandai dengan manifestasi sistemik seperti ruam kulit, demam, dan limfadenopati.
Pada fase ini terjadi:
reaksi imun humoral dan seluler
peradangan difus pada berbagai jaringan
pembentukan kompleks imun


4. Fase Laten
Setelah gejala sekunder menghilang, infeksi memasuki fase laten. Pada fase ini bakteri tetap berada dalam tubuh tetapi tanpa gejala klinis.
Fase laten dibagi menjadi:
laten dini (<1 tahun)
laten lanjut (>1 tahun)


5. Kerusakan Organ pada Stadium Tersier
Pada sebagian pasien yang tidak diobati, infeksi berkembang menjadi sifilis tersier. Pada tahap ini terjadi kerusakan organ akibat proses inflamasi kronis yang berlangsung lama.
Manifestasi tersier meliputi:
guma sifilitik (granuloma destruktif)
neurosifilis (kerusakan sistem saraf)
sifilis kardiovaskular seperti aneurisma aorta
Kerusakan jaringan terutama disebabkan oleh respons imun kronis terhadap bakteri yang menetap.

Manifestasi Klinis
1. Sifilis Primer
Gejala utama berupa:
Ulkus tidak nyeri (chancre)
Dasar ulkus bersih
Pembesaran kelenjar getah bening regional
Lesi biasanya sembuh dalam 3–6 minggu meskipun tanpa pengobatan.

2. Sifilis Sekunder
Gejala yang sering muncul:
Ruam pada tubuh termasuk telapak tangan dan kaki
Demam
Malaise
Limfadenopati generalisata
Nyeri tenggorokan
Rambut rontok (alopecia patchy)
Lesi pada fase ini sangat menular.

3. Sifilis Laten
Tidak ada gejala klinis, tetapi pemeriksaan serologi tetap positif.

4. Sifilis Tersier
Terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
neurosifilis
sifilis kardiovaskular
guma sifilitik pada kulit dan organ dalam


Diagnosis
Diagnosis sifilis ditegakkan melalui kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium meliputi:
Tes Non-Treponemal
VDRL (Venereal Disease Research Laboratory)
RPR (Rapid Plasma Reagin)

Tes ini digunakan untuk skrining dan pemantauan terapi.
Tes Treponemal
TPHA
FTA-ABS

Tes ini lebih spesifik untuk konfirmasi diagnosis sifilis.

Penatalaksanaan
Terapi utama sifilis adalah antibiotik golongan penisilin.
Obat pilihan adalah Benzathine penicillin G yang diberikan secara intramuskular.
Regimen umum:
Sifilis primer, sekunder, dan laten dini: benzathine penicillin G 2,4 juta unit IM dosis tunggal.
Sifilis laten lanjut: 2,4 juta unit IM setiap minggu selama 3 minggu.


Pada pasien alergi penisilin dapat digunakan alternatif seperti doxycycline atau azithromycin, meskipun penisilin tetap menjadi terapi pilihan.

Pencegahan
Pencegahan sifilis dapat dilakukan dengan beberapa cara:
Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
Tidak berganti-ganti pasangan
Skrining rutin infeksi menular seksual
Pemeriksaan sifilis pada ibu hamil
Deteksi dan pengobatan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serta penularan lebih lanjut.

Kesimpulan
Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum dengan perjalanan penyakit yang kompleks dan dapat melibatkan berbagai organ tubuh. Patofisiologi penyakit ini melibatkan invasi bakteri melalui mukosa, penyebaran sistemik, serta respons imun kronis yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Diagnosis yang tepat dan terapi antibiotik yang adekuat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Daftar Pustaka
World Health Organization. WHO guidelines for the treatment of Treponema pallidum (syphilis). Geneva: World Health Organization; 2016.
Centers for Disease Control and Prevention. Sexually transmitted infections treatment guidelines 2021. MMWR Recomm Rep. 2021;70(4):1–187.
Hook EW, Marra CM. Acquired syphilis in adults. N Engl J Med. 1992;326(16):1060–1069.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman nasional penatalaksanaan infeksi menular seksual. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.
James WD, Elston DM, Treat JR, Rosenbach MA, Neuhaus IM. Andrews' Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. 13th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page