top of page

PUASA DAN TIPS KESEHATAN SELAMA RAMADAN

dr.Nanda | 19 Feb 2026

PUASA DAN TIPS KESEHATAN SELAMA RAMADAN

Pendahuluan
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim yang dilakukan dengan menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain memiliki nilai spiritual, puasa juga memberikan berbagai dampak terhadap kesehatan fisik dan metabolik apabila dijalankan dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat.
Dalam konteks medis, puasa Ramadan termasuk bentuk time-restricted feeding atau puasa intermiten, yang telah banyak diteliti manfaatnya terhadap kesehatan metabolik, kardiovaskular, serta komposisi tubuh.

Dampak Puasa terhadap Kesehatan
1. Perubahan Metabolisme Energi
Saat berpuasa, tubuh mengalami pergeseran sumber energi dari glukosa menuju pemanfaatan cadangan lemak melalui proses glikogenolisis dan lipolisis. Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa dapat:
Meningkatkan sensitivitas insulin
Menurunkan kadar glukosa darah pada individu sehat
Menurunkan kadar trigliserida dan LDL
Membantu kontrol berat badan
Penelitian oleh Abaïdia et al. (2020) menunjukkan bahwa puasa Ramadan tidak memberikan dampak negatif signifikan terhadap performa fisik apabila asupan nutrisi dan istirahat tetap terjaga.

2. Dampak terhadap Kesehatan Kardiovaskular
Beberapa penelitian mengenai puasa intermiten menunjukkan adanya perbaikan profil lipid dan tekanan darah. Puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang dapat membantu menurunkan risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner.

3. Dampak terhadap Berat Badan
Puasa Ramadan dapat menyebabkan penurunan berat badan ringan hingga sedang. Namun, efek ini sangat bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka. Konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan lemak justru dapat menghilangkan manfaat metabolik puasa.

Tips Kesehatan Selama Puasa
Agar puasa tetap aman dan memberikan manfaat kesehatan, berikut beberapa rekomendasi medis:
1. Jangan Melewatkan Sahur
Sahur membantu mempertahankan kadar glukosa darah lebih stabil sepanjang hari. Pilih makanan dengan:
Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
Protein (telur, ayam, ikan, tahu, tempe)
Serat (sayuran dan buah)
Lemak sehat secukupnya
Hindari makanan tinggi garam karena dapat meningkatkan rasa haus.

2. Perhatikan Pola Berbuka
Berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap:
Air putih
Kurma 1–3 buah
Makanan ringan
Makan utama setelah jeda
Hindari makan berlebihan karena dapat memicu gangguan lambung, refluks, dan lonjakan glukosa darah.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Disarankan konsumsi cairan dengan pola 2–4–2:
2 gelas saat berbuka
4 gelas antara berbuka dan sebelum tidur
2 gelas saat sahur
Batasi minuman berkafein dan tinggi gula.

4. Tetap Beraktivitas Fisik
Olahraga ringan–sedang seperti jalan santai atau stretching dapat dilakukan:
30–60 menit sebelum berbuka, atau
Setelah tarawih
Hindari aktivitas berat pada siang hari untuk mencegah dehidrasi.

5. Jaga Pola Tidur
Kurang tidur dapat menyebabkan:
Penurunan konsentrasi
Gangguan mood
Peningkatan nafsu makan
Usahakan tetap mendapatkan 6–8 jam tidur per hari.

6. Perhatian pada Kondisi Khusus
Beberapa kelompok perlu konsultasi medis sebelum berpuasa:
Pasien diabetes mellitus
Hipertensi tidak terkontrol
Penyakit ginjal kronik
Penyakit lambung berat
Ibu hamil risiko tinggi
Puasa harus dibatalkan apabila muncul:
Pusing berat
Lemas berlebihan
Hipoglikemia (<70 mg/dL)
Hiperglikemia berat
Dehidrasi berat

Kesimpulan
Puasa Ramadan dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dijalankan dengan pola makan seimbang, hidrasi cukup, aktivitas fisik terkontrol, dan istirahat yang adekuat. Edukasi kesehatan yang tepat sangat penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan optimal.

📚 Daftar Pustaka
Abaïdia, A. E., Daab, W., Bouzid, M. A., et al. (2020). Effects of Ramadan fasting on physical performance: A systematic review and meta-analysis. Sports Medicine, 50(5), 1009–1026. https://doi.org/10.1007/s40279-019-01257-0
Correia, J. M., Santos, I., Pezarat-Correia, P., Minderico, C., & Sardinha, L. B. (2020). Effects of intermittent fasting on specific exercise performance outcomes: A systematic review including Ramadan fasting. Sports Medicine, 50(10), 1787–1804. https://doi.org/10.1007/s40279-020-01300-0
Istyanto, F., & Virgianti, D. (2023). Manfaat dan potensi puasa dalam mencegah penyakit tidak menular. Jurnal Kesehatan Terpadu Indonesia, 4(2), 45–52.
Trepanowski, J. F., & Bloomer, R. J. (2010). The impact of religious fasting on human health. Nutrition Journal, 9(57). https://doi.org/10.1186/1475-2891-9-57

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page