PINGUECULA
dr. Nanda | 16 Januari 2026

Pendahuluan
Pinguecula adalah lesi degeneratif konjungtiva yang ditandai dengan penebalan jaringan elastotik berwarna kuning keputihan, umumnya terletak pada konjungtiva bulbi bagian nasal atau temporal, di luar limbus kornea. Kondisi ini bersifat jinak, non-neoplastik, dan tidak mengganggu penglihatan secara langsung.
Epidemiologi
Pinguecula lebih sering ditemukan pada:
Usia dewasa dan lanjut usia
Individu dengan paparan sinar ultraviolet (UV) kronis
Pekerja luar ruangan
Daerah dengan iklim panas dan berdebu
Etiologi dan Faktor Risiko
Faktor yang berperan dalam terjadinya pinguecula antara lain:
Paparan sinar UV A dan UV B jangka panjang
Iritasi kronis oleh debu, angin, asap, dan polusi
Mata kering kronis
Proses degeneratif terkait usia
Patofisiologi
Paparan sinar UV dan iritan lingkungan secara kronis menyebabkan:
Degenerasi serabut kolagen konjungtiva
Terjadi elastosis jaringan (penumpukan jaringan elastik abnormal)
Penebalan stroma konjungtiva disertai deposit lipid dan protein
Reaksi inflamasi ringan lokal pada fase tertentu
Lesi terbentuk di luar kornea dan tidak menembus limbus, yang membedakannya dari pterigium. Pada kondisi tertentu, pinguecula dapat mengalami inflamasi akut yang disebut pingueculitis.
Manifestasi Klinis (Gejala dan Tanda)
Sebagian besar pasien asimtomatik, namun dapat ditemukan:
Benjolan kecil berwarna kuning atau putih di bagian putih mata
Sensasi mengganjal atau seperti ada benda asing
Mata kering, perih, atau mudah merah
Hiperemia konjungtiva di sekitar lesi (pingueculitis)
⚠️ Tidak menyebabkan penurunan tajam penglihatan, kecuali disertai kondisi lain.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
Anamnesis (paparan UV, iritasi kronis)
Pemeriksaan fisik mata (inspeksi konjungtiva)
Pemeriksaan slit lamp bila tersedia
Diagnosis banding:
Pterigium
Konjungtivitis kronis
Neoplasia konjungtiva (jarang)
Penatalaksanaan
Sebagian besar kasus tidak memerlukan terapi khusus.
Tata laksana konservatif:
Air mata buatan untuk mengurangi iritasi
Edukasi menghindari debu, asap, dan angin
Kacamata pelindung UV
Bila terjadi pingueculitis:
Tetes mata antiinflamasi sesuai indikasi dan pengawasan dokter
Tindakan bedah:
Jarang dilakukan
Dipertimbangkan bila sangat mengganggu atau alasan kosmetik
Prognosis
Prognosis pinguecula sangat baik. Lesi bersifat jinak, pertumbuhan lambat, dan jarang menimbulkan komplikasi serius.
Pencegahan
Menggunakan kacamata hitam dengan proteksi UV
Mengurangi paparan debu dan polusi
Menjaga kelembapan mata
Kesimpulan
Pinguecula merupakan kelainan degeneratif konjungtiva yang jinak, sering berkaitan dengan paparan sinar UV dan iritasi kronis. Diagnosis bersifat klinis dan tata laksana umumnya konservatif dengan edukasi dan perawatan simptomatik.
DAFTAR PUSTAKA
Kanski JJ, Bowling B. Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach. 9th ed. Elsevier; 2020.
American Academy of Ophthalmology. Pinguecula and Pterygium. Basic and Clinical Science Course (BCSC). 2023.
UpToDate. Pinguecula. Literature review current through 2024.
Yanoff M, Duker JS. Ophthalmology. 5th ed. Elsevier; 2019.