Pentingnya Minum Air Putih untuk Kesehatan Mulut
drg. Refina | 30 Maret 2026

Air menyumbang sekitar 60% dari berat tubuh orang dewasa. Sekitar 70% dari air tersebut berada di dalam sel, sedangkan sisanya berada di luar sel dalam bentuk cairan seperti plasma, cairan limfatik, dan cairan tubuh lainnya. Air memiliki peran penting, yaitu mengangkut nutrisi dan sisa metabolisme sebagai komponen utama darah, serta menjadi pelarut dalam berbagai reaksi biokimia tubuh. Selain itu, air membantu mengatur suhu tubuh melalui keringat, berperan dalam proses pencernaan, serta melumasi sendi dan organ tubuh melalui cairan sinovial dan lendir.
Air minum merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari dan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan gigi adalah pH lingkungan mulut, yang dapat dipengaruhi oleh pH air minum. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pH air minum yang aman berkisar antara 6,5 hingga 8,5. Jika pH air terlalu rendah (asam), air menjadi lebih korosif dan dapat menyebabkan erosi enamel gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko demineralisasi dan pembentukan karies. Selain itu, pH air yang rendah juga dapat memengaruhi komposisi plak dan membuat lingkungan mulut lebih mendukung pertumbuhan bakteri penyebab karies.
Faktor lingkungan seperti sumber air minum juga berpengaruh terhadap kesehatan gigi. Kandungan fluor dalam air dapat berbeda tergantung pada letak geografis. Jika kadar fluor dalam air kurang dari 1 ppm, maka ketahanan email gigi terhadap karies dapat menurun.
Kekurangan air tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga pada kesehatan rongga mulut. Kondisi ini dapat menyebabkan mulut kering, sensasi terbakar, dan penurunan produksi saliva. Jika berlangsung lama, hal ini dapat memicu timbulnya penyakit mulut. Saliva berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan mulut dan mencegah penyakit. Penurunan produksi saliva dapat menurunkan kapasitas buffer dan pH saliva, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karies gigi.
Secara umum, penyakit gigi terbagi menjadi dua, yaitu karies gigi dan penyakit periodontal, yang keduanya disebabkan oleh infeksi mikroba. Dari ratusan jenis bakteri di rongga mulut, Streptococcus mutans merupakan bakteri utama penyebab karies gigi karena merusak struktur keras gigi. Sementara itu, Prevotella intermedia merupakan salah satu bakteri utama penyebab penyakit periodontal, seperti periodontitis pada orang dewasa dan gingivitis.
Jumlah bakteri tersebut dapat dipengaruhi oleh asupan air. Peningkatan konsumsi air diketahui dapat menurunkan prevalensi Prevotella intermedia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu yang minum 3–4 gelas air per hari memiliki jumlah bakteri tersebut yang lebih rendah. Sebaliknya, bakteri Streptococcus mutans lebih banyak ditemukan pada individu dengan asupan air yang rendah.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa asupan air memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Oleh karena itu, diperlukan upaya aktif dari pemerintah untuk mempromosikan pentingnya konsumsi air serta menyusun kebijakan yang mendukung peningkatan kesehatan mulut melalui pemenuhan kebutuhan cairan yang cukup.
Sumber :
1. Kim, Y.-R. (2021). Analysis of the Effect of Daily Water Intake on Oral Health: Result from Seven Waves of a Population-Based Panel Study. Water, 13(19), 2716.
2. Ulfah, R. (2023). Konsumsi air minum dan karies gigi pada anak sekolah dasar di Kabupaten Banjar. Jurnal Terapis Gigi dan Mulut, 4(2).