Moluskum Kontagiosum
dr.Nanda | 26 Maret 2026

Pendahuluan
Molluscum contagiosum merupakan infeksi kulit superfisial yang disebabkan oleh virus dari famili Poxviridae. Penyakit ini bersifat jinak, sering ditemukan pada anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, terutama melalui kontak seksual atau pada individu dengan sistem imun yang menurun.
Epidemiologi
Moluskum kontagiosum ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah tropis dengan kepadatan penduduk tinggi dan higiene yang kurang baik.
Prevalensi global berkisar antara 5–7,5% dan meningkat pada individu imunokompromais.
Kelompok yang paling sering terkena:
Anak-anak usia <14 tahun
Dewasa aktif secara seksual
Pasien imunokompromais
Etiologi dan Patogenesis
Penyebabnya adalah
🦠 Molluscum contagiosum virus, virus DNA dari famili Poxviridae.
Patogenesis:
Virus menginfeksi keratinosit epidermis
Replikasi terjadi di sitoplasma
Terbentuk badan inklusi (Henderson-Patterson bodies)
Menyebabkan pembentukan lesi khas dengan umbilikasi
Masa inkubasi: sekitar 2–6 minggu
Manifestasi Klinis
Lesi khas berupa:
Papul berbentuk kubah (dome-shaped)
Ukuran 2–5 mm
Warna kulit atau putih mutiara
Permukaan halus dan mengkilap
Umbilikasi sentral (cekungan di tengah) → tanda khas
Lesi dapat:
Soliter atau multipel
Berkelompok atau linear (akibat autoinokulasi)
Distribusi:
Anak: wajah, badan, ekstremitas, lipatan
Dewasa: genital, perianal, abdomen bawah
Keluhan:
Umumnya asimtomatik
Dapat disertai pruritus ringan
Jika ditekan:
👉 keluar material putih seperti keju (kaseosa)
Diagnosis
Diagnosis umumnya klinis, berdasarkan:
Morfologi lesi khas (papul umbilikasi)
Distribusi lesi
Pemeriksaan penunjang (bila diperlukan):
Dermoskopi
Histopatologi (menunjukkan badan inklusi khas)
Diagnosis Banding
Beberapa kondisi yang menyerupai:
Veruka vulgaris
Varisela
Folikulitis
Akne vulgaris
Milia
Tatalaksana
Moluskum kontagiosum bersifat self-limited, dapat sembuh spontan dalam beberapa bulan hingga tahun.
Indikasi terapi
Lesi banyak atau meluas
Gangguan kosmetik
Risiko penularan
Infeksi sekunder
Pilihan terapi
Terapi mekanik
Kuretase
Krioterapi
Ekstraksi lesi
Terapi kimiawi
Cantharidin
Kalium hidroksida
Asam salisilat
Imunomodulator
Imiquimod (masih kontroversial)
Antivirus
Sidofovir (kasus tertentu)
Selain itu:
Edukasi penting untuk mencegah autoinokulasi
Komplikasi
Dermatitis moluskum
Infeksi bakteri sekunder
Konjungtivitis (jika mengenai area mata)
Prognosis
Prognosis umumnya baik
Lesi dapat sembuh spontan tanpa bekas, kecuali bila terjadi trauma atau tindakan agresif.
Pencegahan
Hindari menggaruk lesi
Tidak berbagi handuk atau pakaian
Menjaga kebersihan kulit
Hindari kontak langsung dengan lesi
Kesimpulan
Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit jinak akibat virus dengan ciri khas papul umbilikasi. Diagnosis ditegakkan secara klinis, dan sebagian besar kasus dapat sembuh spontan. Terapi diberikan berdasarkan indikasi klinis dengan tujuan mempercepat penyembuhan dan mencegah penularan.
📚 Daftar Pustaka
William Yudistha Anggawirya. Diagnosis dan Tata Laksana Moluskum Kontagiosum. Cermin Dunia Kedokteran. 2022;49(12):677–680.