top of page

Miliaria (Biang Keringat): Penyebab, Jenis, dan Penatalaksanaan

dr. Nanda | 26 Desember 2025

Miliaria (Biang Keringat): Penyebab, Jenis, dan Penatalaksanaan

Pendahuluan
Miliaria, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai biang keringat, merupakan kelainan kulit yang sering dijumpai di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi hingga dewasa, terutama pada lingkungan panas dan lembap. Meski tergolong ringan dan sering bersifat self-limited, miliaria dapat menimbulkan rasa gatal, perih, dan ketidaknyamanan yang mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat.

Definisi
Miliaria adalah kelainan inflamasi kulit akibat obstruksi duktus kelenjar keringat ekrin, yang menyebabkan keringat terperangkap di dalam kulit. Kebocoran keringat ke jaringan sekitarnya memicu respons inflamasi yang menimbulkan lesi kulit khas.

Epidemiologi
Miliaria lebih sering terjadi pada:
Bayi dan anak kecil (kelenjar keringat belum matur)
Individu yang tinggal di iklim panas dan lembap
Pasien dengan keringat berlebih (hiperhidrosis)
Ibu hamil
Pasien yang mengalami imobilisasi lama atau bed rest


Patofisiologi
Kelenjar keringat ekrin berfungsi mengatur suhu tubuh melalui produksi keringat. Pada kondisi panas dan kelembapan tinggi, terjadi sumbatan pada duktus kelenjar keringat, sehingga keringat tidak dapat keluar ke permukaan kulit. Tingkat kedalaman sumbatan menentukan tipe miliaria yang muncul secara klinis.

Klasifikasi Miliaria
Secara medis, miliaria dibagi menjadi tiga tipe utama berdasarkan lokasi sumbatan duktus keringat:
1. Miliaria Crystallina
Merupakan tipe paling superfisial, dengan sumbatan pada stratum korneum.
Gambaran klinis:
Vesikel kecil, bening, seperti tetesan air
Tidak disertai eritema maupun gatal
Umumnya ditemukan pada bayi baru lahir atau pasien demam tinggi

2. Miliaria Rubra
Tipe yang paling sering dijumpai, dengan sumbatan pada lapisan epidermis yang lebih dalam.
Gambaran klinis:
Papul atau papulovesikel eritematosa
Disertai rasa gatal, perih, atau panas
Sering muncul di leher, dada, punggung, dan lipatan
Miliaria pustulosa merupakan varian dari miliaria rubra, yang terjadi akibat infeksi bakteri sekunder, ditandai dengan terbentuknya pustul kecil.

3. Miliaria Profunda
Merupakan tipe paling jarang, terjadi akibat ruptur duktus kelenjar keringat di dermis.
Gambaran klinis:
Papul padat, warna kulit
Tidak gatal dan tidak eritematosa
Sering muncul pada pasien dengan riwayat miliaria rubra berulang
Dapat disertai hipohidrosis atau anhidrosis lokal


Diagnosis
Diagnosis miliaria umumnya bersifat klinis, berdasarkan:
Riwayat paparan panas atau keringat berlebih
Gambaran lesi kulit khas
Distribusi lesi

Pemeriksaan penunjang jarang diperlukan, kecuali pada kasus atipikal atau bila dicurigai diagnosis banding seperti dermatitis kontak, infeksi jamur, atau folikulitis.

Penatalaksanaan
Prinsip utama terapi miliaria adalah mengurangi panas, keringat, dan oklusi kulit.
Tatalaksana umum:
Menjaga lingkungan tetap sejuk dan kering
Menggunakan pakaian longgar berbahan katun
Mandi dengan air suhu normal
Menghindari krim atau salep yang terlalu oklusif

Terapi topikal:
Lotion calamine untuk mengurangi gatal
Kortikosteroid topikal ringan jangka pendek pada miliaria rubra berat
Antiseptik atau antibiotik topikal bila terdapat infeksi sekunder (miliaria pustulosa)
Sebagian besar kasus akan membaik dalam beberapa hari dengan penanganan yang tepat.

Prognosis
Prognosis miliaria umumnya baik. Lesi biasanya menghilang tanpa meninggalkan bekas bila faktor pencetus dihindari. Namun, paparan panas yang berulang dapat menyebabkan kekambuhan, terutama pada miliaria rubra dan profunda.

Pencegahan
Menghindari lingkungan panas dan lembap
Menjaga kebersihan kulit
Segera mengganti pakaian basah oleh keringat
Menghindari penggunaan produk kulit yang bersifat oklusif


Kesimpulan
Miliaria merupakan kelainan kulit yang sering dijumpai dan umumnya tidak berbahaya, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Pemahaman mengenai klasifikasi, patofisiologi, dan penatalaksanaan sangat penting agar tidak terjadi salah diagnosis maupun penggunaan obat yang tidak perlu. Edukasi pasien mengenai pencegahan merupakan kunci utama untuk mengurangi kekambuhan.



📚 Daftar Pustaka
Kang S, Amagai M, Bruckner AL, et al. Fitzpatrick’s Dermatology. 9th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2019.
James WD, Elston DM, Treat JR, Rosenbach MA, Neuhaus IM. Andrews’ Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. 13th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.
Habif TP, Campbell JL, Chapman MS, Dinulos JGH, Zug KA. Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy. 6th ed. Philadelphia: Elsevier; 2016.
DermNet NZ. Miliaria (heat rash). DermNet New Zealand Trust.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page