Mengenal PCOS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Menyeluruh
dr. Nanda | 11 Desember 2025

1. Pengertian
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal pada wanita usia reproduksi yang ditandai oleh gangguan ovulasi, kelebihan hormon androgen, dan temuan kista-kista kecil pada ovarium. PCOS merupakan salah satu penyebab tersering gangguan kesuburan pada wanita.
2. Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab pasti PCOS belum diketahui, namun beberapa faktor utama berperan:
• Resistensi Insulin
Kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik, sehingga pankreas memproduksi lebih banyak insulin. Insulin tinggi merangsang peningkatan androgen, yang mengganggu ovulasi.
• Kelebihan Hormon Androgen
Androgen berlebih menyebabkan jerawat, rambut rontok, hirsutisme, dan hambatan pada pematangan folikel.
• Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan PCOS meningkatkan risiko.
• Gaya Hidup Sedentari
Kurang aktivitas fisik, terlalu banyak duduk, dan jarang olahraga memperburuk resistensi insulin dan peningkatan berat badan.
3. Patofisiologi
Resistensi insulin → peningkatan insulin
Insulin merangsang ovarium memproduksi androgen
Androgen tinggi mengganggu pematangan folikel
Ovulasi gagal terjadi → folikel menumpuk sebagai kista kecil
Terjadi gangguan menstruasi dan kesuburan
4. Gejala PCOS
Gejala dapat berbeda pada setiap wanita, meliputi:
• Menstruasi Tidak Teratur
Oligomenore atau amenore akibat ovulasi yang jarang atau tidak terjadi.
• Gejala Hiperandrogenisme
Jerawat membandel, rambut rontok pola laki-laki, hirsutisme.
• Metabolik
Berat badan mudah naik, resistensi insulin, risiko diabetes meningkat.
• Temuan USG
Adanya banyak folikel kecil di ovarium dengan pembesaran volume ovarium.
5. Diagnosis
Mengacu pada kriteria Rotterdam, diagnosis ditegakkan bila terdapat minimal 2 dari 3 kriteria berikut:
Oligo/anovulasi
Tanda klinis atau biokimia hiperandrogenisme
Ovarium polikistik pada USG
Penyebab lain seperti kelainan tiroid dan hiperprolaktinemia harus disingkirkan.
6. Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Tanpa penanganan, PCOS dapat menyebabkan:
Infertilitas
Diabetes melitus tipe 2
Hipertensi & dislipidemia
Obesitas
Sleep apnea
Risiko kanker endometrium
Gangguan mood (kecemasan & depresi)
7. Cara Mengatasi PCOS Secara Menyeluruh
A. Modifikasi Gaya Hidup (First-line Therapy)
Turunkan BB 5–10% dapat memperbaiki ovulasi
Diet sehat: rendah gula, tinggi serat, whole foods
Aktivitas fisik minimal 150 menit/minggu
Strength training 2–3 kali/minggu
Tingkatkan aktivitas harian (5.000–10.000 langkah)
B. Terapi Medis
Untuk yang tidak sedang merencanakan kehamilan:
Pil KB kombinasi → mengatur menstruasi dan menurunkan androgen
Spironolakton untuk hirsutisme (dengan kontrasepsi)
Untuk yang sedang merencanakan kehamilan:
Letrozole (first-line induksi ovulasi)
Clomiphene citrate
Metformin untuk resistensi insulin atau siklus tidak teratur
C. Terapi Tambahan
Penanganan jerawat
Penanganan metabolik
Konseling dan manajemen stres
8. Pencegahan & Tips Sehari-hari
Batasi makanan tinggi gula
Perbanyak sayur, buah, dan makanan tinggi serat
Tidur cukup 7–8 jam
Kelola stres
Hindari duduk terlalu lama (bergerak tiap 30–60 menit)
Kesimpulan
PCOS merupakan kondisi yang kompleks, namun sangat dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan terapi medis yang tepat. Deteksi dini, edukasi, dan perawatan berkelanjutan membantu meningkatkan peluang kehamilan dan mencegah berbagai komplikasi metabolik.
📚 Sumber Jurnal
Teede H, et al. International evidence-based guideline for the assessment and management of polycystic ovary syndrome 2018. Human Reproduction. 2018.
Rosenfield RL, Ehrmann DA. Pathogenesis of PCOS. N Engl J Med. 2016.
Legro RS, et al. Diagnosis and treatment of PCOS: Endocrine Society Clinical Practice Guideline. J Clin Endocrinol Metab. 2013.