Mengenal Insomnia
dr. Fifin | 04 Des 2025

Istilah insomnia sering digunakan dalam berbagai cara dalam literatur medis dan pers masa kini. Paling sering, insomnia didefinisikan terkait kesulitan tidur
Apa yang dimaksud dengan insomnia ?
Insomnia adalah kesukaran dalam memulai tidur atau mempertahankan keadaan tidur. Merupakan keluhan tidur yang paling sering ditemukan dan dapat menetap atau sementara.
Siapa saja yang dapat mengalami insomnia?
Studi epidemiologi menunjukkan bahwa insomnia merupakan gangguan tidur yang sangat umum, mempengaruhi hingga 30% populasi dewasa. Gangguan ini lebih umum terjadi pada wanita, lansia, dan individu dengan status sosial ekonomi rendah, Faktor-faktor seperti perubahan hormonal, tanggung jawab mengasuh, dan tingkat stres serta kecemasan yang lebih tinggi berkontribusi terhadap tingginya prevalensi insomnia pada wanita.
Bagaimana gejala yang dirasakan orang insomnia?
kesulitan memulai tidur, kesulitan mempertahankan tidur, bangun terlalu dini, dan dalam beberapa kasus, kualitas tidur yang tidak restoratif atau buruk.
Apakah insomnia terjadi sementara atau dapat menetap ?
Insomnia dapat terjadi sementara ataupun menetap tergantung oleh penyebabnya.
1.Periode singkat insomnia biasanya berkaitan dengan kecemasan, atau gejala sisa dari pengalaman yang mencemaskan atau merupakan suatu antisipasi terhadap pengalaman yang memprovokasi terjadinya cemas (misalnya ujian atau akan menghadapi wawancara kerja). Pada beberapa orang, insomnia sementara yang terjadi padanya berkaitan dengan kesedihan, kehilangan, atau hampir semua perubahan yang terjadi dalam kehidupannya serta stres.
2.Insomnia menetap hampir merupakan kelompok kondisi yang umum di mana masalah yang paling sering adalah kesulitan jatuh tidur daripada mempertahankan tidur. Insomnia seperti ini kadang memiliki 2 hal yang dapat dipisahkan, tetapi kebanyakan saling berkaitan, yaitu : ketegangan dan kecemasan yang tersomatisasi, dan respon asosiatif yang menjadi kebiasaan.
Apa penyebab insomnia ?
Insomnia disebabkan oleh berbagai faktor fisiologis, psikologis, dan lingkungan.
1.Hiperarousal mental dan fisik dianggap sebagai komponen utama insomnia kronis. Peningkatan kadar kortisol dan hormon adrenokortikotropik telah diamati pada individu dengan insomnia, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal.
2.Faktor psikologis, termasuk stres, kecemasan, dan depresi, juga berperan penting dalam perkembangan dan persistensi insomnia.
3.Faktor lingkungan seperti kebisingan, cahaya, dan jadwal tidur yang tidak teratur dapat memperparah kesulitan tidur.
Apa dampak Insomnia terhadap kesehatan ?
Insomnia dikaitkan dengan beberapa dampak kesehatan yang merugikan.seperti; peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, gangguan kognitif, dan kematian dini. Insomnia juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati, penyalahgunaan zat, dan konsekuensi kesehatan buruk lainnya.
Bagaimana cara mengatasi gejala insomnia ?
1.Terapi perilaku kognitif untuk insomnia : Terapi perilaku kognitif-I (CBT-I) adalah pengobatan lini pertama untuk insomnia kronis dan sangat efektif. Pendekatan ini menggabungkan teknik kognitif, seperti menantang dan mengubah keyakinan maladaptif tentang tidur, dengan strategi perilaku, termasuk pembatasan tidur, pengendalian stimulus, dan pelatihan relaksasi.
2. Terapi pembatasan tidur dan terapi kontrol stimulus : Melibatkan pembatasan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat tidur agar sesuai dengan waktu tidur yang sebenarnya. Teknik ini membantu mengkonsolidasikan tidur dan mengurangi waktu terjaga di tempat tidur.
3. Teknik relaksasi dan edukasi higiene tidur : Teknik relaksasi seperti relaksasi otot progresif, latihan pernapasan dalam, dan imajinasi terbimbing membantu mengurangi rangsangan fisik dan mental serta memfasilitasi permulaan tidur. Edukasi higiene tidur melibatkan pengajaran kebiasaan tidur sehat dan faktor lingkungan yang dapat meningkatkan kualitas tidur kepada pasien, seperti menjaga jadwal tidur yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang kondusif, dan menghindari stimulan sebelum tidur seperti bermain gadget.
Referensi :
1. https://jcsm.aasm.org/doi/10.5664/jcsm.26929
2. https://neurologiudayana.com/wp-content/uploads/2024/06/11.-Modul-Gangguan-Tidur.pdf
3. https://www.e-jsm.org/journal/view.php?number=393