Mengenal IBD dan IBS
dr. Fifin | 25 Nov 2025

Pernahkah anda mengalami nyeri perut, diare dan kembung secara bersamaan namun setelah buang air besar keluhan dapat membaik dengan sendirinya? bisa jadi kamu sedang mengalami gangguan pada usus
Gangguan pada usus dapat disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan yang lainnya. Kali ini kita akan fokus membahas gangguan pada usus yang disebabkan oleh Inflammatory bowel disease (IBD) dan Irritable bowel syndrome (IBS). Keduanya memiliki singkatan yang mirip dan sama-sama menyerang saluran pencernaan. Keduanya sama-sama dapat menimbulkan keluhan nyeri perut, kram, dan diare. Namun, sebenarnya IBD dan IBS adalah kondisi yang berbeda.
Inflammatory bowel disease (IBD) merupakan suatu peradangan yang terjadi pada saluran cerna yang disebabkan oleh kombinasi antara disregulasi daya tahan tubuh, ketidakseimbangan mikrobiota usus, kerentanan genetik, dan paparan lingkungan yang menyebabkan tubuh menyerang sistem pencernaannya sendiri, terkadang menyebabkan kerusakan permanen. IBD terdiri dari dua tipe, yakni:
1. Kolitis Ulseratif (peradangan terjadi di sepanjang dinding usus besar dan rektum)
2. Crohn’s Disease (peradangan yang dapat terjadi di saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus).
Irritable bowel syndrome (IBS) adalah sindroma iritasi yang umum terjadi pada usus besar. Kemungkinan besar, ini bukan penyakit tunggal, melainkan kombinasi beberapa faktor yang menyebabkan serangkaian gejala. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan, namun tidak tampak adanya kerusakan pada dinding usus atau struktur jaringan. Penyebab IBS tidak berhubungan dengan daya tahan tubuh dan juga belum diketahui pasti, tetapi infeksi lambung, stres, serta beberapa makanan dan obat-obatan dapat memicu gejala.
Berikut beberapa persamaan dan perbedaan yang dialami pada penderita IBS dan IBD
1. Epidemiologi
a.IBS : Dapat terjadi pada segala usia dan lebih umum pada wanita
b.IBD : Sering ditemukan pada usia dewasa muda (15-30 tahun) dan netral gender
2. Gejala
a.IBS : Sakit perut, tidak nyaman pada perut, kembung, diare ataupun tinja encer, konstipasi atau keduanya secara bergantian. Penderita IBS cenderung merasakan gejalanya mereda setelah buang air besar.
b.IBD : Sakit perut, tidak nyaman pada perut, kembung, diare ataupun tinja encer dapat disertai demam, penurunan berat bada dan nafsu makan, tinja berdarah, muntah dan anemia. penderita IBD juga dapat memiliki keluhan pada organ tubuh lainnya seperti keluhan pada mata, kulit dan sendi
3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan kolonoskopi adalah salah satu pemeriksaan penting yang dapat membedakan IBD dan IBS. Pada hasil kolonoskopi pada penderita IBD akan didapatkan adanya kerusakan dan peradangan pada dinding saluran cerna sedangkan pada penderita IBS tidak didapatkan adanya kerusakan pada dinding usus
IBS dan IBD memiliki banyak gejala yang sama, dan terdapat beberapa mekanisme yang tumpang tindih pada kelainan ini, seperti peningkatan permeabilitas usus, perubahan aktivasi sistem kekebalan, peradangan, atau perubahan ENS dan mikrobiota usus. Pasien dalam remisi IBD yang mengeluhkan gejala mirip IBS masih menimbulkan dilema diagnostik dan terapeutik. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan penunjang yang tepat dalam hal mendiagnosa dan terapeutik pada kasus ini.
Referensi :
1.https://ygi.or.id/ibd-vs-ibs-bagaimana-perbedaannya/
2.https://media.neliti.com/media/publications/401504-irritable-bowel-syndrome-ibs-diagnosis-d-f74abeee.pdf
3.https://www.aboutkidshealth.ca/what-is-the-difference-between-ibd-and-ibs
4.https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7794700/