top of page

Mengapa Gigi Harus Perawatan Saluran Akar?

drg. Refina | 08 Mei 2025

Mengapa Gigi Harus Perawatan Saluran Akar?

Penyakit gigi dan mulut paling banyak ditemukan di Indonesia. Masyarakat banyak sekali yang mengalami penyakit gigi berlubang atau karies yang jika tidak segera dirawat dapat berlanjut menjadi penyakit pulpa lalu menjadi penyakit periapikal. Penyakit pulpa dan periapikal dapat ditangani dengan perawatan endodontik atau perawatan saluran akar.

Penyakit pulpa disebabkan oleh bakteri, trauma, panas, dan kimia. Bakteri adalah faktor penyebab yang paling sering ditemukan, salah satunya dari karies yang tidak dirawat dan faktor kebersihan gigi yang buruk. Penyakit pulpa dapat juga disebabkan oleh trauma karena pemakaian gigi tiruan, adanya pukulan keras pada gigi saat aktivitas olahraga, kecelakaan atau saat berkelahi. Selain itu, trauma juga dapat terjadi karena dokter gigi yang tidak sengaja membuka kamar pulpa saat melakukan ekskavasi struktur gigi yang karies. Trauma karena suhu yang panas juga dapat terjadi karena konduksi panas dari tambalan berbahan metalik, seperti amalgam, inlay dan onlay. Jika bahan tambalan tersebut diinsersi ke gigi tanpa suatu dasar semen perantara, mengakibatkan perubahan panas ke pulpa secara cepat sehingga merusak pulpa. Trauma panas juga dapat terjadi akibat handpiece yang digunakan dokter gigi untuk preparasi kavitas gigi berlubang. Penyebab kimiawi juga dapat menimbulkan kerusakan pulpa, seperti penggunaan etsa asam ketika ingin menambal gigi.

Perawatan saluran akar adalah perawatan dalam praktek kedokteran gigi yang bertujuan untuk membersihkan saluran akar dari mikroorganisme, biasanya berawal dari karies atau gigi berlubang yang tidak dirawat terlalu lama. Perawatan saluran akar bertujuan untuk mempertahankan gigi sehingga dapat bertahan selama mungkin. Perawatan saluran akar dapat dikatakan berhasil jika tidak ada keluhan yang dirasakan pasien seperti tidak ada rasa sakit atau pembengkakan pada gigi yang dirawat, tidak ada gejala klinis dan gigi dapat kembali berfungsi serta gambaran foto rontgen di daerah apeks terlihat normal. Perawatan saluran akar juga dapat mengalami kegagalan jika secara radiografi tidak ada perubahan gambaran sejak awal dirawat, penyakit justru berkembang atau membesar dibanding awal perawatan. Pencabutan gigi adalah pilihan terakhir jika gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi.

Sumber :
1. Kartinawanti, A. T., Khoiruza Asy’ari, A. (2021). Penyakit pulpa dan perawatan saluran akar satu kali kunjungan: literature review. JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi), 4(2), 64–65.
2. Bintang, Q. A., Fatmawati, D. W. A., Rakhmadian, R. D., Lestari, S. (2022). Tingkat keberhasilan perawatan saluran akar pada gigi non vital di RSGM Universitas Jember tahun 2016. In ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan: Vol. Vol. 3 (Issue No. 3, pp. 95–102).

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page