top of page

LOW BACK PAIN (LBP)

dr.Nanda | 09 Januari 2026

LOW BACK PAIN (LBP)

1. Definisi
Low Back Pain (LBP) adalah nyeri, ketidaknyamanan, atau rasa kaku yang terlokalisasi di area punggung bawah, yaitu antara batas bawah arkus kosta hingga lipatan gluteal inferior, dengan atau tanpa penjalaran ke ekstremitas bawah. LBP merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia.

2. Epidemiologi
Low back pain dialami oleh sekitar 60–80% populasi dewasa setidaknya sekali seumur hidup. Insidens tertinggi terjadi pada usia produktif (30–60 tahun) dan meningkat pada pekerjaan dengan aktivitas duduk lama, mengangkat beban berat, atau postur kerja tidak ergonomis.

3. Klasifikasi
a. Berdasarkan durasi
Akut: <6 minggu
Subakut: 6–12 minggu
Kronik: >12 minggu
b. Berdasarkan etiologi
LBP non-spesifik (mekanik) ±90%
LBP spesifik (infeksi, tumor, fraktur, inflamasi)
LBP dengan radikulopati (HNP, stenosis spinal)

4. Etiologi dan Faktor Risiko
Spasme otot paravertebral
Degenerasi diskus intervertebralis
Herniated nucleus pulposus (HNP)
Spondilosis lumbal
Postur tubuh buruk
Obesitas
Kurang aktivitas fisik
Trauma atau overuse

5. Patofisiologi
Low back pain umumnya disebabkan oleh gangguan mekanik pada struktur tulang belakang lumbal, meliputi otot, ligamen, diskus intervertebralis, sendi faset, dan saraf spinal.
Pada LBP mekanik, beban berlebih atau posisi yang salah menyebabkan mikrotrauma pada otot dan ligamen sehingga memicu inflamasi lokal. Proses inflamasi menyebabkan pelepasan mediator nyeri seperti prostaglandin, bradikinin, dan sitokin proinflamasi yang menstimulasi nosiseptor.
Degenerasi diskus intervertebralis menyebabkan penurunan kadar proteoglikan dan air, sehingga diskus kehilangan fungsi bantalan. Hal ini meningkatkan tekanan pada sendi faset dan dapat menyebabkan iritasi saraf.
Pada herniasi diskus, nukleus pulposus menonjol dan menekan akar saraf spinal, menyebabkan nyeri radikular, parestesia, atau kelemahan otot.

6. Manifestasi Klinis
Nyeri punggung bawah
Kekakuan terutama setelah bangun tidur
Nyeri bertambah saat aktivitas atau duduk lama
Nyeri menjalar ke tungkai (pada radikulopati)
Penurunan rentang gerak

7. Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang tidak rutin diperlukan kecuali terdapat red flags.
Red flags:
Nyeri malam hari progresif
Demam atau penurunan BB
Trauma berat
Gangguan neurologis
Riwayat kanker
Pemeriksaan penunjang:
Foto polos lumbal
MRI (bila dicurigai HNP, infeksi, tumor)

8. Tatalaksana
a. Non-farmakologis
Edukasi pasien
Aktivitas ringan
Fisioterapi
Kompres hangat
b. Farmakologis
Analgesik (parasetamol)
NSAID
Muscle relaxant
Kortikosteroid (kasus selektif)
c. Tindakan lanjutan
Injeksi steroid epidural
Operasi (indikasi terbatas)

9. Pencegahan
Postur tubuh ergonomis
Menghindari duduk terlalu lama
Latihan dan peregangan rutin
Teknik mengangkat beban yang benar
Menjaga berat badan ideal

10. Prognosis
Sebagian besar kasus LBP akut membaik dalam 4–6 minggu dengan tatalaksana konservatif. Prognosis buruk pada LBP kronik, obesitas, dan faktor psikososial.

11. Daftar Pustaka
Koes BW, van Tulder M, Lin CW. An updated overview of clinical guidelines for the management of non-specific low back pain. Eur Spine J. 2010.
World Health Organization. Low Back Pain Fact Sheet. 2023.
Delitto A et al. Low back pain clinical practice guidelines. J Orthop Sports Phys Ther. 2012.
Harrison's Principles of Internal Medicine, 21st Edition.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page