top of page

Kenapa Gigi Geraham Lebih Mudah Berlubang?

drg. Refina | 19 Februari 2026

Kenapa Gigi Geraham Lebih Mudah Berlubang?

Karies gigi pada anak terjadi karena kombinasi berbagai faktor, seperti bentuk gigi, bakteri, pola makan, dan faktor keturunan. Salah satu bagian gigi yang paling mudah terkena karies adalah pit dan fisur, yaitu lekukan kecil dan celah di permukaan kunyah gigi. Bentuknya yang dalam dan sempit membuat sisa makanan dan plak mudah menumpuk serta sulit dibersihkan.

Mengapa Molar Pertama Permanen Sangat Rentan?
Molar pertama permanen (PFM) adalah gigi geraham besar yang pertama kali tumbuh di rongga mulut anak. Gigi ini sangat penting karena:
- Berperan besar dalam mengunyah makanan
- Menahan beban kunyah paling besar
- Menentukan susunan dan keseimbangan gigitan

Namun, karena tumbuh lebih awal dan memiliki banyak pit dan fisur yang dalam, gigi ini menjadi yang paling sering terkena karies. Data menunjukkan bahwa angka karies pada molar pertama permanen cukup tinggi dan meningkat seiring bertambahnya usia anak. Bahkan, molar pertama permanen juga termasuk gigi yang paling sering dicabut akibat kerusakan parah.

Hubungan dengan Gigi Susu
Penelitian menunjukkan bahwa jika molar kedua susu mengalami karies, risiko terjadinya karies pada molar pertama permanen di sebelahnya menjadi lebih tinggi. Hal ini kemungkinan karena letaknya berdekatan, sehingga bakteri dan sisa makanan mudah berpindah dan menumpuk di area tersebut.
Artinya, kondisi gigi susu bisa menjadi “peringatan dini” terhadap risiko kerusakan gigi permanen.

Mengapa Pit dan Fisur Berbahaya?
Email (lapisan luar gigi) pada bagian pit dan fisur tidak mampu melindungi gigi sebaik permukaan yang halus. Selain itu, kedalaman fisur bisa sangat dekat dengan lapisan dentin yang lebih lunak dan mudah rusak. Inilah sebabnya karies pada area ini bisa berkembang dengan cepat.

Faktor lain yang meningkatkan risiko karies pada molar pertama permanen antara lain:
- Pit dan fisur yang dalam
- Ukuran mahkota gigi yang besar
- Erupsi (pertumbuhan) gigi yang lebih awal

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa sisi kanan rahang lebih sering terkena karies dibanding sisi kiri, kemungkinan karena kebanyakan orang bertangan kanan sehingga kurang optimal membersihkan sisi kanan.

Pentingnya Menyikat Gigi
Menyikat gigi secara teratur terbukti lebih berpengaruh terhadap kesehatan gigi dibanding hanya mengatur pola makan. Anak-anak yang menyikat gigi beberapa kali sehari memiliki risiko karies lebih rendah dibanding yang jarang atau tidak pernah menyikat gigi.

Pencegahan yang Dianjurkan
Karena molar pertama permanen sangat rentan, pencegahan sejak dini sangat penting. Salah satu cara paling efektif adalah sealant pit dan fisur, yaitu pelapisan khusus pada celah gigi untuk menutup bagian yang mudah menahan makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sealant dapat menurunkan perkembangan karies lebih dari 50%. Bahkan, sealant juga bisa digunakan pada lesi awal yang belum berlubang. Oleh karena itu, prinsip yang dianjurkan adalah: “Jika ragu ada karies pada permukaan kunyah, lebih baik dilakukan penutupan (seal).”

Selain sealant, pencegahan juga dapat dilakukan melalui:
- Penggunaan fluorida
- Pasta gigi khusus (misalnya berbahan zinc-hidroksiapatit)
- Edukasi dan motivasi menjaga kebersihan gigi
- Pemeriksaan rutin ke dokter gigi

Jika karies sudah berlubang, perawatan bisa dilakukan dengan tambalan biasa atau teknik minimal invasif.

Sumber :
1. Altaf, G., Garg, S., Saraf, B. G., Sheoran, N., Beg, A., & Anand, M. (2019). Clinical study of pit and fissure morphology and its relationship with caries prevalence in young permanent first molars. Journal of South Asian Association of Pediatric Dentistry, 2(2), 56–60.
2. Agrawal, S. K., Bhagat, T., & Shrestha, A. (2023). Dental caries in permanent first molar and its association with carious primary second molar among 6–11-year-old school children in Sunsari, Nepal. International Journal of Dentistry, 2023.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page