top of page

Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Gigi

drg. Refina | 13 Maret 2026

Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Gigi

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih tergolong rendah, terutama pada anak-anak dan remaja. Hal ini terlihat dari masih banyaknya orang yang mengalami masalah gigi dan mulut. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, sekitar 82,8% masyarakat mengalami gigi berlubang (karies), dan sekitar 56,9% penduduk memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut secara umum. Angka ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi masih menjadi persoalan yang cukup besar di Indonesia.

Salah satu penyebab utama tingginya masalah gigi dan mulut adalah kebiasaan sehari-hari yang kurang baik. Contohnya seperti jarang menyikat gigi, menyikat gigi dengan cara yang tidak benar, terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, kebiasaan menggigit benda keras, bernapas melalui mulut, mengunyah satu sisi dan malas untuk pergi ke dokter gigi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kebiasaan buruk, seperti mengalami tekanan berlebihan, menjadi kebiasaan, bosan, lelah, frustasi, tidak senang, tidak aman, atau tertidur. Kebiasan buruk bisa juga terjadi pada anak-anak yang mengalami masalah perkembangan, masalah fisik atau emosional, dan juga dapat terjadi pada anak-anak yang memiliki harapan tinggi pada orang tua mereka, yang menyebabkan kecemasan (Rusdiana, E., 2018). Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menyebabkan penumpukan plak pada gigi, yaitu lapisan kotoran yang berisi bakteri. Jika plak terus menumpuk, bakteri akan semakin aktif dan dapat merusak gigi serta mengganggu keseimbangan kondisi di dalam mulut. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah seperti gigi berlubang, radang gusi (gingivitis), hingga kerusakan pada jaringan yang menyangga gigi.

Selain itu, ada juga kebiasaan buruk lain yang sering tidak disadari, yaitu menggertakkan gigi, terutama saat tidur. Kebiasaan ini dapat membuat gigi menjadi retak, terkikis, bahkan lepas jika terjadi terus-menerus. Menggertakkan gigi juga dapat menimbulkan gangguan pada sendi rahang (sendi temporomandibular atau TMJ), yaitu sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Gangguan pada sendi ini dapat menimbulkan rasa sakit, tegang, atau tidak nyaman di area wajah dan rahang.
Kebiasaan merokok juga merupakan salah satu faktor yang dapat merusak kesehatan gigi dan mulut. Kandungan nikotin dan tar dalam rokok dapat menyebabkan gigi menjadi kuning atau bernoda, menimbulkan bau mulut, serta meningkatkan risiko penyakit gusi dan gigi berlubang. Selain itu, merokok juga dapat membuat proses penyembuhan luka di dalam mulut menjadi lebih lambat setelah seseorang menjalani perawatan gigi.

Tidak hanya memengaruhi gigi, kebiasaan buruk juga dapat berdampak pada jaringan lunak di dalam mulut dan fungsi sistem pengunyahan secara keseluruhan. Misalnya, kebiasaan bernapas melalui mulut dapat membuat mulut menjadi kering karena produksi air liur tidak bekerja secara optimal. Padahal, air liur berperan penting sebagai pelindung alami rongga mulut dari bakteri. Jika mulut terlalu kering, risiko terjadinya gigi berlubang dan peradangan gusi akan meningkat. Selain itu, kebiasaan seperti menggigit kuku atau benda keras juga dapat menyebabkan gigi menjadi aus, email gigi retak, serta menimbulkan gangguan pada sendi rahang.

Kebiasaan sehari-hari yang kurang baik, seperti jarang menyikat gigi, konsumsi makanan manis, menggigit benda keras, bernapas lewat mulut, merokok, dan menggertakkan gigi, dapat merusak gigi serta rongga mulut. Edukasi dan kesadaran sejak dini penting untuk mencegah karies, radang gusi, dan gangguan pada rahang, sehingga kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga.

Sumber :
1. Shifa, A., Feransa, A., & Syahari, H. P. (2026). Edukasi kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan rongga mulut pada siswa SMP melalui media poster dan leaflet di SMP N 9 Semarang. Jurnal Medika: Medika, 5(1), 587–594.
2. Hendrawan, R. B. (2024, June 30). Kebiasaan buruk yang tanpa disadari dapat merusak gigi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. https://fkg.ugm.ac.id/id/kebiasaan-buruk-yang-tanpa-disadari-dapat-merusak-gigi/
3. Salwa, & Mardiah, A. (2024). Hubungan kebiasaan buruk (bad habits) dengan karies gigi pada murid di SD Negeri 4 Jeumpa Kabupaten Bireuen. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(4), 365–374.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page