Infeksi Menular Seksual (IMS): Dari Paparan Awal hingga Timbulnya Gejala
dr. Nanda | 1 Januari 2026

Pendahuluan
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang ditularkan terutama melalui kontak seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. IMS masih menjadi masalah kesehatan global karena angka kejadiannya tinggi dan banyak kasus berlangsung tanpa gejala, sehingga sering tidak terdeteksi dan berpotensi menularkan ke pasangan. Pemahaman mengenai proses terjadinya IMS sejak paparan awal hingga munculnya gejala sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini.
Tahap Awal: Paparan dan Masuknya Patogen
IMS dimulai ketika seseorang terpapar mikroorganisme penyebab IMS melalui:
Cairan tubuh (semen, cairan vagina, darah)
Kontak langsung dengan mukosa genital, anal, atau oral
Kontak dengan luka mikroskopis pada kulit atau selaput lendir
Pada saat hubungan seksual, gesekan dapat menyebabkan mikroabrasi pada mukosa, sehingga bakteri, virus, atau parasit dapat masuk ke dalam jaringan tubuh.
Tahap Kolonisasi dan Invasi
Setelah masuk, patogen akan:
Menempel pada sel epitel mukosa (misalnya Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae)
Menembus lapisan mukosa dan berkembang biak
Pada infeksi virus (HIV, HSV, HPV), virus masuk ke dalam sel dan memanfaatkan mekanisme sel inang untuk replikasi
Pada tahap ini, tubuh belum selalu memberikan respons yang jelas sehingga pasien sering belum merasakan keluhan apa pun.
Respons Imun dan Proses Patofisiologi
Tubuh akan merespons infeksi dengan mengaktifkan sistem imun:
Terjadi reaksi inflamasi lokal
Pelepasan sitokin dan mediator inflamasi
Peningkatan aliran darah dan infiltrasi sel imun
Proses inilah yang secara klinis akan memunculkan:
Kemerahan
Pembengkakan
Nyeri
Produksi sekret abnormal
Namun, pada beberapa IMS seperti klamidia dan HIV fase awal, respons imun dapat minimal sehingga infeksi tetap asimptomatik.
Masa Inkubasi
Setiap IMS memiliki masa inkubasi yang berbeda, yaitu waktu dari paparan hingga munculnya gejala:
Gonore: 2–7 hari
Klamidia: 1–3 minggu
Sifilis: ± 3 minggu
Herpes genital: 2–12 hari
HIV: 2–4 minggu (fase akut)
Selama masa ini, pasien sudah dapat menularkan meskipun belum bergejala.
Timbulnya Gejala Klinis
Gejala IMS muncul akibat kerusakan jaringan dan inflamasi yang berkelanjutan, antara lain:
Keputihan tidak normal atau berbau
Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
Luka, lepuh, atau kutil di area genital
Gatal atau nyeri di area intim
Nyeri perut bagian bawah
Perdarahan di luar siklus haid
⚠️ Tidak semua pasien mengalami gejala, tetapi tetap berisiko mengalami komplikasi.
Penyebaran Infeksi dan Komplikasi
Bila tidak ditangani, patogen dapat menyebar:
Secara lokal (serviks, uretra, rektum)
Secara asendens (tuba falopi → penyakit radang panggul)
Secara sistemik (sifilis stadium lanjut, HIV)
Komplikasi IMS dapat berupa:
Infertilitas
Kehamilan ektopik
Nyeri panggul kronis
Penularan dari ibu ke bayi
Peningkatan risiko tertular atau menularkan HIV
Pencegahan dan Deteksi Dini
Pencegahan IMS dilakukan dengan:
Setia pada satu pasangan
Menggunakan kondom secara benar
Skrining IMS berkala pada individu berisiko
Pengobatan segera dan tuntas
Pemeriksaan serta pengobatan pasangan
Kesimpulan
Infeksi Menular Seksual merupakan proses penyakit yang dimulai dari paparan awal, invasi patogen, respons imun, hingga timbulnya gejala dan komplikasi. Karena IMS sering tidak bergejala pada fase awal, edukasi dan pemeriksaan dini memegang peranan penting dalam mencegah dampak jangka panjang. IMS bukan aib, melainkan masalah kesehatan yang dapat ditangani secara profesional.
Daftar Pustaka
World Health Organization. (2023). Sexually transmitted infections (STIs). Geneva: WHO.
Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Sexually transmitted infections treatment guidelines. MMWR, 70(4), 1–187.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional penanganan infeksi menular seksual. Jakarta: Kemenkes RI.
Holmes, K. K., Sparling, P. F., Stamm, W. E., Piot, P., Wasserheit, J. N., Corey, L., & Cohen, M. S. (2017). Sexually Transmitted Diseases (4th ed.). McGraw-Hill Education.
Unemo, M., et al. (2017). Sexually transmitted infections: challenges ahead. The Lancet Infectious Diseases, 17(8), e235–e279.