top of page

HIPERTIROID

dr. Nanda | 02 januari 2026

HIPERTIROID

Pendahuluan
Hipertiroid merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai oleh peningkatan produksi dan sekresi hormon tiroid (triiodotironin/T3 dan tiroksin/T4) oleh kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh secara berlebihan. Kondisi ini dapat memengaruhi hampir seluruh sistem organ, terutama sistem kardiovaskular, saraf, muskuloskeletal, dan metabolik.
Hipertiroid paling sering disebabkan oleh penyakit Graves, namun dapat pula terjadi akibat kelainan struktural tiroid, peradangan, atau penggunaan hormon tiroid yang tidak terkontrol.

Anatomi dan Fungsi Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian anterior leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon T3 dan T4 yang berperan penting dalam:
Mengatur laju metabolisme basal
Mengontrol denyut jantung dan kontraktilitas miokard
Mengatur suhu tubuh
Mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat
Mengatur metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein

Produksi hormon tiroid dikendalikan oleh thyroid-stimulating hormone (TSH) dari hipofisis anterior melalui mekanisme umpan balik negatif.

Patofisiologi Hipertiroid
Pada hipertiroid, terjadi kelebihan hormon tiroid dalam sirkulasi, baik akibat peningkatan sintesis, pelepasan hormon, atau stimulasi berlebihan pada reseptor tiroid.
Mekanisme utama patofisiologi:
Penyakit Graves
Merupakan penyakit autoimun
Terjadi pembentukan thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menstimulasi reseptor TSH
Menyebabkan produksi hormon tiroid meningkat secara terus-menerus, independen dari kontrol hipofisis
Nodul tiroid toksik
Nodul tiroid menghasilkan hormon tiroid secara otonom
Tidak terpengaruh oleh regulasi TSH
Tiroiditis
Kerusakan jaringan tiroid menyebabkan pelepasan hormon tiroid yang sudah terbentuk ke dalam sirkulasi
Biasanya bersifat sementara
Hipertir oid iatrogenik
Akibat konsumsi hormon tiroid berlebihan

Peningkatan hormon tiroid menyebabkan:
Upregulation reseptor β-adrenergik, sehingga timbul gejala simpatis seperti palpitasi dan tremor
Peningkatan konsumsi oksigen dan produksi panas
Katabolisme protein dan lemak yang berlebihan
Peningkatan resorpsi tulang


Manifestasi Klinis
Gejala hipertiroid bersifat sistemik dan bervariasi, antara lain:
Jantung berdebar (palpitasi)
Penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat
Mudah panas dan berkeringat berlebihan
Tremor halus pada tangan
Mudah cemas, gelisah, dan insomnia
Kelelahan dan kelemahan otot
Frekuensi buang air besar meningkat
Gangguan menstruasi pada wanita


Diagnosis
Diagnosis hipertiroid ditegakkan berdasarkan:
Pemeriksaan laboratorium
TSH: rendah
FT4 dan/atau FT3: meningkat

Pemeriksaan penunjang tambahan (sesuai indikasi):
USG tiroid
Skintigrafi tiroid
Pemeriksaan antibodi tiroid (TRAb)


Penatalaksanaan
Penatalaksanaan hipertiroid disesuaikan dengan penyebab, usia, dan kondisi klinis pasien, meliputi:
Obat antitiroid (misalnya methimazole atau propylthiouracil)
Beta-blocker untuk kontrol gejala simpatis
Radioiodine
Tiroidektomi pada kasus tertentu
Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan.

Komplikasi
Hipertiroid yang tidak tertangani dapat menyebabkan:
Aritmia jantung (terutama fibrilasi atrium)
Gagal jantung
Osteoporosis
Gangguan kesuburan
Thyroid storm, kondisi kegawatdaruratan yang mengancam jiwa


Kesimpulan
Hipertiroid merupakan gangguan endokrin yang berdampak luas terhadap sistem tubuh. Pemahaman mengenai patofisiologi, manifestasi klinis, serta penatalaksanaan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Daftar Pustaka
Jameson JL, Fauci AS, Kasper DL, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 21st ed. McGraw-Hill; 2022.
Ross DS, et al. 2016 American Thyroid Association Guidelines for Diagnosis and Management of Hyperthyroidism. Thyroid. 2016.
Longo DL, et al. Disorders of the Thyroid Gland. New England Journal of Medicine.
Kumar V, Abbas AK, Aster JC. Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease. 10th ed. Elsevier; 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Gangguan Tiroid.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page