Gigi Susu Rusak, Emang Pengaruh ke Gigi Tetap?
drg. Refina | 17 April 2026

Gigi sulung adalah gigi sementara pada anak yang nantinya akan digantikan oleh gigi permanen. Kehilangan gigi sulung lebih awal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karies. Gigi memiliki peran penting dalam merangsang pertumbuhan lengkung rahang, mempertahankan hubungan oklusi yang normal, serta mendukung fungsi bicara.
Kehilangan gigi akibat pencabutan sebelum waktu erupsi yang seharusnya, serta kurangnya perawatan pada anak, dapat menimbulkan dampak negatif seperti pergeseran, kemiringan, dan posisi yang tidak tepat pada gigi tetangga maupun gigi pengganti. Selain itu, kehilangan gigi juga dapat memengaruhi estetika.
Di sisi lain, gigi sulung juga bisa tetap bertahan meskipun sudah waktunya tanggal. Kondisi ini dikenal sebagai retensi gigi sulung, yaitu anomali di mana gigi tetap berada di rongga mulut melebihi waktu tanggal normalnya. Hal ini dapat mengganggu jalur erupsi gigi permanen dan menghambat proses erupsi yang semestinya. Dampak yang mungkin terjadi antara lain keterlambatan erupsi gigi permanen, karies, berjejal (crowding), maloklusi, serta ankilosis.
Retensi berlebih gigi sulung juga dapat disebabkan oleh trauma gigi seperti terbentur atau terjatuh yang mengenai gigi dan tidak ditangani segera sehingga menyebabkan infeksi pada gigi, menjadikannya non vital dan akhirnya memicu terbentuknya kista. Kista tersebut yang menyebabkan retensi berlebih pada gigi sulung.
Trauma gigi pada rahang dan/atau gigi sulung dapat menghambat pembentukan gigi permanen pada 12–69% kasus.Kelainan inflamasi periapikal pada gigi sulung juga dapat menyebabkan defek email pada gigi permanen di bawahnya yang dikenal sebagai gigi Turner. Trauma ringan gigi sulung dapat menyebabkan kondisi yang signifikan, sehingga penting untuk tidak mengabaikan trauma sekecil apa pun.
Orang tua sering menganggap remeh pentingnya perawatan gigi sulung, karena dianggap akan digantikan oleh gigi tetap. Pandangan semacam itu menyebabkan orang tua cenderung mengabaikan kebersihan gigi dan mulut anak mereka. Sikap seperti ini berkontribusi pada tingginya tingkat kerusakan gigi yang tidak mendapat perawatan, yang akhirnya dapat mengakibatkan pencabutan gigi sulung secara prematur.
Tindakan pencegahan meliputi menjaga kebersihan mulut yang baik seperti menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara rutin; pola makan yang kaya buah, sayuran, dan produk susu untuk mendukung kesehatan gigi dan gusi; membatasi konsumsi makanan dan minuman manis untuk mengurangi risiko karies; serta kunjungan rutin ke dokter gigi.
Sumber :
1. Angki, J., Lesmana, H., Hamid, E. M., & Amelya, P. M. (n.d.). Hubungan pencabutan dini gigi sulung dengan gigi berjejal (crowding). Poltekkes Kemenkes Makassar.
2. Alizar Jain, R. S., Pankey, N., & Paul, P. (2024). Retained Primary Teeth and Their Complication and Treatment: A Case Report. Cureus, 16(8).