Dyshidrotic Eczema (Eksim Dishidrotik)
dr Nanda | 5 Maret 2026

Pendahuluan
Dyshidrotic eczema adalah jenis dermatitis yang ditandai dengan munculnya vesikel kecil berisi cairan pada telapak tangan, sisi jari tangan, telapak kaki, atau sela-sela jari kaki. Kondisi ini juga dikenal sebagai pompholyx dan sering menyebabkan gatal hebat, rasa terbakar, atau nyeri. Eksim dishidrotik dapat bersifat kronis dan kambuhan, dengan periode membaik dan kambuh kembali.
Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup karena keluhan gatal yang berat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bila terjadi pada telapak kaki sehingga menimbulkan nyeri saat berjalan.
Epidemiologi
Eksim dishidrotik dapat terjadi pada semua kelompok usia, tetapi lebih sering ditemukan pada dewasa muda hingga usia pertengahan. Kondisi ini juga sering ditemukan pada individu dengan riwayat penyakit atopi, seperti dermatitis atopik, asma, atau rhinitis alergi.
Etiologi dan Faktor Risiko
Penyebab pasti eksim dishidrotik belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor diduga berperan dalam memicu terjadinya penyakit ini, antara lain:
Alergi logam, terutama nikel dan kobalt
Keringat berlebih (hiperhidrosis)
Stres emosional
Paparan iritan, seperti deterjen atau bahan kimia
Riwayat dermatitis atopik
Cuaca panas dan lembap
Faktor-faktor tersebut dapat memicu peradangan kulit sehingga menimbulkan pembentukan vesikel khas pada eksim dishidrotik.
Patofisiologi
Mekanisme pasti terjadinya eksim dishidrotik masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, diduga terdapat reaksi inflamasi pada epidermis yang menyebabkan terbentuknya spongiosis, yaitu penumpukan cairan di antara sel-sel epidermis. Kondisi ini kemudian membentuk vesikel kecil berisi cairan yang terlihat pada permukaan kulit.
Selain itu, faktor imunologis dan gangguan fungsi skin barrier juga diduga berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Manifestasi Klinis
Gejala Awal (Prodromal)
Sebelum vesikel muncul, beberapa pasien dapat mengalami gejala awal yang biasanya terjadi 24–48 jam sebelumnya, seperti:
Gatal atau rasa terbakar pada telapak tangan atau kaki
Sensasi kesemutan
Kemerahan ringan pada area yang akan muncul vesikel
Gejala Saat Flare
Setelah fase awal, gejala dapat berkembang menjadi lebih jelas, antara lain:
Vesikel kecil berisi cairan jernih dengan ukuran sekitar 1–2 mm
Lesi biasanya muncul berkelompok
Tampilan menyerupai butiran tapioka (tapioca pudding)
Gatal hebat yang dapat mengganggu tidur
Rasa perih atau terbakar
Kulit dapat mengelupas atau pecah setelah vesikel mengering
Jika terjadi pada telapak kaki, pasien dapat mengeluhkan nyeri saat berjalan.
Diagnosis
Diagnosis eksim dishidrotik umumnya ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan distribusi lesi. Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding, antara lain:
Pemeriksaan KOH untuk menyingkirkan infeksi jamur seperti Tinea pedis
Tes alergi kontak bila dicurigai alergi terhadap logam atau bahan kimia
Diagnosis Banding
Beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding antara lain:
Tinea pedis
Contact dermatitis
Palmoplantar pustulosis
Penatalaksanaan
Terapi Farmakologis
Penanganan eksim dishidrotik bertujuan untuk mengurangi peradangan dan gejala gatal. Terapi yang sering digunakan meliputi:
Kortikosteroid topikal
Contohnya Betamethasone untuk mengurangi inflamasi.
Antihistamin oral
Misalnya Cetirizine untuk membantu mengurangi rasa gatal.
Emolien atau pelembap
Digunakan untuk memperbaiki fungsi skin barrier dan mencegah kulit kering.
Pada kasus berat, dapat dipertimbangkan terapi tambahan seperti fototerapi atau kortikosteroid sistemik dalam jangka pendek.
Pencegahan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kekambuhan antara lain:
Menghindari paparan deterjen atau bahan kimia keras
Menggunakan sarung tangan pelindung saat kontak dengan bahan iritan
Menjaga kulit tetap lembap dengan pelembap
Mengelola stres dengan baik
Menghindari kondisi yang menyebabkan keringat berlebih
Kesimpulan
Eksim dishidrotik merupakan penyakit kulit inflamasi yang ditandai dengan vesikel kecil berisi cairan pada telapak tangan dan kaki. Penyakit ini dapat menyebabkan gatal hebat dan ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Diagnosis umumnya ditegakkan secara klinis, dan terapi utama meliputi kortikosteroid topikal, antihistamin, serta penggunaan pelembap kulit. Edukasi pasien mengenai faktor pencetus sangat penting untuk mencegah kekambuhan.
Daftar Pustaka
Kang S, Amagai M, Bruckner AL, et al. Fitzpatrick's Dermatology. 9th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2019.
Griffiths C, Barker J, Bleiker T, Chalmers R, Creamer D. Rook's Textbook of Dermatology. 9th ed. Oxford: Wiley-Blackwell; 2016.
American Academy of Dermatology. Dyshidrotic eczema: Overview. Available from: https://www.aad.org
National Eczema Association. Dyshidrotic eczema (Pompholyx). Available from: https://nationaleczema.org
Mayo Clinic. Dyshidrosis (Dyshidrotic eczema). Available from: https://www.mayoclinic.org