top of page

Cystitis: Etiologi, Patofisiologi, dan Upaya Pencegahan

dr. Nanda | 23 Januari 2026

Cystitis: Etiologi, Patofisiologi, dan Upaya Pencegahan

Pengertian
Cystitis adalah peradangan pada kandung kemih, yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Cystitis termasuk dalam infeksi saluran kemih (ISK) bagian bawah dan merupakan salah satu infeksi tersering pada praktik klinik, terutama pada perempuan.
Secara klinis, cystitis ditandai oleh keluhan iritatif saluran kemih bawah seperti disuria, urgensi, dan peningkatan frekuensi berkemih, umumnya tanpa disertai demam tinggi atau nyeri pinggang.

Etiologi
Penyebab utama cystitis adalah infeksi bakteri yang berasal dari flora normal saluran cerna yang masuk ke saluran kemih.
🦠 Etiologi infeksi:
Escherichia coli (±70–90%) → penyebab tersering
Staphylococcus saprophyticus
Klebsiella pneumoniae
Proteus mirabilis
Enterococcus spp.

⚠️ Etiologi non-infeksi (lebih jarang):
Iritasi kimia (sabun, antiseptik, spermisida)
Trauma mekanik (kateterisasi)
Radiasi (radiation cystitis)
Efek obat tertentu

Faktor Risiko
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya cystitis antara lain:
Perempuan (uretra lebih pendek)
Aktivitas seksual
Menahan buang air kecil
Asupan cairan kurang
Kebersihan area genital kurang baik
Kehamilan
Diabetes mellitus
Menopause (defisiensi estrogen)
Penggunaan kateter urin
Riwayat infeksi saluran kemih berulang


Patofisiologi
Cystitis umumnya terjadi melalui jalur asendens, yaitu bakteri dari daerah perineum masuk ke uretra dan naik ke kandung kemih.
Tahapan patofisiologi meliputi:
Kolonisasi bakteri di area periuretra
Migrasi bakteri ke uretra dan kandung kemih
Adhesi bakteri pada uroepitel (misalnya E. coli dengan fimbriae tipe P)
Aktivasi respons inflamasi mukosa kandung kemih
Terjadi edema, hiperemia, dan iritasi mukosa
Muncul gejala klinis berupa disuria, urgensi, dan frekuensi berkemih
Apabila infeksi tidak ditangani dengan adekuat, bakteri dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis.

Upaya Pencegahan
Pencegahan cystitis berfokus pada perbaikan kebiasaan berkemih, kebersihan, dan pengendalian faktor risiko.

🛡️ Pencegahan primer:
Minum air putih dalam jumlah cukup
Tidak menahan buang air kecil
Buang air kecil secara teratur
Buang air kecil setelah hubungan seksual
Membersihkan area genital dari depan ke belakang
Menghindari penggunaan sabun antiseptik atau pewangi berlebihan
Menggunakan pakaian dalam berbahan katun dan tidak terlalu ketat

🩺 Pencegahan sekunder:
Mengontrol penyakit penyerta seperti diabetes mellitus
Menghindari penggunaan kateter urin bila tidak diperlukan
Mengobati infeksi saluran kemih sampai tuntas
Evaluasi lebih lanjut pada pasien dengan cystitis berulang

Kesimpulan
Cystitis merupakan infeksi saluran kemih bawah yang sering terjadi, terutama pada perempuan. Penyebab tersering adalah infeksi bakteri, khususnya Escherichia coli. Pemahaman mengenai etiologi, patofisiologi, serta penerapan upaya pencegahan yang tepat sangat penting untuk menurunkan angka kejadian dan kekambuhan cystitis.


Daftar Pustaka
Hooton TM. Uncomplicated urinary tract infection. New England Journal of Medicine. 2012;366(11):1028–1037.
Gupta K, Hooton TM, Naber KG, et al. International clinical practice guidelines for the treatment of acute uncomplicated cystitis and pyelonephritis in women. Clinical Infectious Diseases. 2011;52(5):e103–e120.
European Association of Urology (EAU). EAU Guidelines on Urological Infections. EAU Guidelines Office; edisi terbaru.
Nicolle LE. Urinary tract infections in adults. Urology Clinics of North America. 2008;35(1):1–12.
McAninch JW, Lue TF. Smith & Tanagho’s General Urology. 19th ed. McGraw-Hill Education; 2020.
Bnnett JE, Dolin R, Blaser MJ. Mandell, Douglas, and Bennett’s Principles and Practice of Infectious Diseases. 9th ed. Elsevier; 2020.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page