Cara Merawat Gigi Selama Puasa
drg. Refina | 23 Februari 2026

Puasa adalah kewajiban umat Islam selama bulan Ramadan dengan menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Selama berpuasa, umat Islam juga menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk menelan cairan secara sengaja. Namun, hal ini tidak berarti kesehatan gigi dan mulut boleh diabaikan.
Puasa Ramadan menyebabkan berbagai perubahan fisiologis dalam tubuh, termasuk pada kesehatan rongga mulut. Salah satu perubahan utama adalah berkurangnya produksi air liur karena tidak ada asupan cairan selama berpuasa. Padahal, air liur berperan penting sebagai pembersih alami yang membantu menetralkan asam dan menghilangkan sisa makanan di dalam mulut.
Ketika produksi air liur menurun, mulut menjadi lebih kering dan suasananya lebih asam. Kondisi ini mendukung pertumbuhan bakteri anaerob seperti Fusobacterium nucleatum dan Porphyromonas gingivalis, yang berperan dalam pembentukan plak, radang gusi (gingivitis), dan bau mulut yang sering muncul saat puasa. Jika tidak diimbangi dengan perawatan gigi dan mulut yang baik selama Ramadan, keadaan ini dapat berdampak pada penurunan kesehatan jaringan penyangga gigi dalam jangka panjang.Selama puasa, pola makan yang terbatas pada sahur dan berbuka serta tidak adanya asupan cairan di siang hari menyebabkan produksi air liur menurun. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di mulut. Ketika jumlahnya berkurang, mulut menjadi lebih kering dan lebih asam sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Akibatnya, risiko bau mulut, plak, radang gusi, dan gigi berlubang meningkat.
Salah satu kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi mulut saat puasa adalah tidak menyikat gigi setelah sahur atau menundanya terlalu lama setelah makan. Sebagian orang sengaja menghindari sikat gigi karena takut air atau pasta gigi tertelan dan membatalkan puasa. Akibatnya, terdapat jeda yang panjang antara waktu makan dan pembersihan gigi, sehingga sisa makanan dan plak tetap menempel pada permukaan gigi. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan enamel dan meningkatkan risiko gigi berlubang.
Kurangnya pemahaman mengenai aturan fikih serta pengetahuan medis tentang perawatan mulut saat puasa turut menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi secara optimal selama Ramadan. Selain itu, makanan saat sahur dan berbuka yang umumnya tinggi gula dan karbohidrat juga semakin meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan gusi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa memang dapat menurunkan produksi saliva dan meningkatkan risiko mulut kering serta bau mulut. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan rongga mulut selama Ramadan agar puasa tetap nyaman tanpa gangguan:
Terapkan pola makan sehat. Konsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, dan mangga, dapat membantu mencegah infeksi dan masalah mulut seperti sariawan. Nutrisi yang baik membuat kondisi mulut lebih sehat selama berpuasa.
Sikat gigi secara teratur. Menyikat gigi adalah langkah utama dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Lakukan minimal dua kali sehari selama dua menit, misalnya setelah sahur dan sebelum tidur. Pastikan seluruh permukaan gigi, termasuk tepi gusi dan sela-sela gigi, dibersihkan. Gunakan benang gigi untuk mengangkat sisa makanan yang sulit dijangkau sikat gigi.
Makan perlahan dan cukup minum air. Hindari makan terburu-buru karena dapat mengganggu pencernaan dan berdampak pada kesehatan gigi. Kunyah makanan secara merata hingga halus sebelum ditelan. Selain itu, penuhi kebutuhan cairan dengan minum sekitar delapan gelas air per hari saat tidak berpuasa. Polanya bisa dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Air membantu menjaga kelembapan mulut, mengurangi risiko bau mulut, dan menyeimbangkan kadar asam di rongga mulut.
Karena itu, edukasi yang tepat sangat penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengorbankan kesehatan gigi dan mulut. Menjaga kebersihan mulut bukan hanya bagian dari kesehatan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dalam menjalankan ibadah secara optimal.
Sumber :
1. Falasifa, K., A’yun, Q., & Agusthia, S. (2025). Ramah (Rawat mulut gigi dan harumkan Ramadan). Prosiding Dental Seminar 7, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
2. Chotimah, C., Tuljannah, N., Limban, A. L. T., Arif, A. C., & Prisdayani, R. (2025). Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama bulan Ramadhan. Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 129–134.