top of page

Cantengan (Ingrown Nail / Onychocryptosis): Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

dr.Nanda | 21 Feb 2026

Cantengan (Ingrown Nail / Onychocryptosis): Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Pendahuluan
Cantengan, juga dikenal sebagai ingrown nail atau onychocryptosis, adalah kondisi ketika ujung atau pinggir kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitar kuku, paling sering terjadi pada jempol kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kemerahan, pembengkakan, dan kadang nanah jika terjadi infeksi. Cantengan termasuk keluhan umum di klinik dermatologi atau bedah minor, terutama pada orang dewasa muda dan remaja.

Etiologi / Penyebab
Mekanisme kuku tumbuh ke dalam kulit
Pemotongan kuku terlalu pendek atau tidak rata
Sepatu sempit atau tekanan berlebihan di jari kaki
Trauma berulang pada ujung kaki
Infeksi sekunder
Umumnya bakteri Staphylococcus aureus
Bisa terjadi jika kulit yang tertusuk kuku terkontaminasi
Infeksi ini kadang disebut paronikia

Faktor predisposisi
Kelembapan tinggi pada kaki
Kebiasaan menggigit kuku atau trauma di tangan/kaki
Riwayat cantengan sebelumnya

Tanda dan Gejala
Nyeri tajam di pinggir kuku, memburuk saat ditekan atau mengenakan sepatu
Kemerahan dan pembengkakan di lipatan kuku
Nanah jika terjadi infeksi bakteri
Perubahan kulit: penebalan, muncul jaringan granulasi
Gejala kronik: nyeri menetap, lipatan kuku menebal, kemungkinan deformitas kuku
Infeksi sekunder (paronikia) dapat terjadi jika cantengan tidak ditangani

Klasifikasi
Cantengan Akut
Timbul mendadak, nyeri tajam, kadang nanah
Disertai kemerahan dan bengkak
Cantengan Kronik
Berkepanjangan (>6 minggu)
Nyeri lebih ringan, kulit menebal, kemungkinan ada jaringan granulasi
Sering akibat trauma berulang atau kebiasaan buruk pada kuku

Tatalaksana
1️⃣ Perawatan konservatif
Kompres hangat 10–15 menit, 2–3x/hari
Perawatan kuku: potong kuku lurus, hindari memotong terlalu pendek
Higiene kaki: selalu keringkan kaki, ganti kaus kaki bersih, hindari kelembapan berlebihan
Topikal antibiotik jika ada nanah ringan (misal mupirocin)
2️⃣ Obat Oral / Sistemik
Antibiotik oral bila infeksi jelas: cephalexin, amoksisilin-klavulanat sesuai dosis
3️⃣ Tindakan Bedah Minor
Insisi & drainase bila terbentuk abses
Partial nail avulsion bila kuku terus menekan kulit dan kambuh
Dilakukan dengan teknik aseptik di fasilitas medis
4️⃣ Pencegahan
Potong kuku lurus, jangan melengkung
Gunakan sepatu yang pas dan nyaman
Hindari menggigit kuku
Jaga kaki tetap kering dan bersih

Prognosis
Cantengan akut biasanya membaik dalam 7–10 hari dengan perawatan konservatif
Cantengan kronik memerlukan perawatan lebih lama, kombinasi topikal + oral, dan perubahan kebiasaan
Komplikasi jarang jika ditangani dini, namun abses atau infeksi kronik dapat memperpanjang penyembuhan

Daftar Pustaka
James WD, Berger TG, Elston DM. Andrews' Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. 14th ed. Elsevier; 2020.
Habif TP. Clinical Dermatology. 7th ed. Elsevier; 2016.
Tosti A, Piraccini BM. Paronychia and Nail Disorders. Dermatol Clin. 2006;24(3):337–345.
Mayo Clinic Staff. “Ingrown Nail (Paronychia).” Mayo Clinic. 2023. https://www.mayoclinic.org
Baran R, Dawber RP. Diseases of the Nails and their Management. 4th ed. Wiley-Blackwell; 2001.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page