top of page

Cacar Air (Varicella): Gatal, Menular, Tapi Bisa Dicegah

dr. Nanda | 30 Januari 2026

Cacar Air (Varicella): Gatal, Menular, Tapi Bisa Dicegah

Pendahuluan
Varicella atau cacar air merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Varicella-Zoster (VZV). Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi pada anak-anak, namun dapat menyerang semua kelompok usia. Meskipun umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, varicella dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang dewasa, ibu hamil, dan individu dengan gangguan sistem imun.

Definisi
Varicella adalah infeksi primer virus Varicella-Zoster yang ditandai dengan demam dan ruam vesikular khas yang muncul bertahap, disertai rasa gatal.

Etiologi
Penyebab varicella adalah Varicella-Zoster Virus, anggota famili Herpesviridae. Setelah infeksi primer sembuh, virus tidak sepenuhnya hilang, tetapi menetap laten di ganglia saraf sensorik dan dapat reaktivasi di kemudian hari menjadi herpes zoster.

Epidemiologi
Penyakit sangat menular
Insidensi tertinggi pada anak usia <10 tahun
Pada orang dewasa, varicella cenderung lebih berat
Penularan sering terjadi di lingkungan padat (rumah, sekolah)

Cara Penularan
Varicella menular melalui:
Droplet dari saluran pernapasan
Kontak langsung dengan cairan vesikel
📌 Pasien sudah menular 1–2 hari sebelum ruam muncul hingga semua lesi menjadi keropeng.
⏱️ Masa inkubasi: 10–21 hari (rata-rata 14 hari)

Perjalanan Patofisiologi Varicella (Berbasis Waktu)
Hari 0 – Paparan Virus
Virus masuk melalui saluran pernapasan atau kontak langsung dengan cairan vesikel, kemudian menempel pada mukosa nasofaring.
Hari 0–4 – Inkubasi Awal
Virus bereplikasi lokal di mukosa pernapasan dan menyebar ke kelenjar getah bening regional. Belum muncul gejala klinis.
Hari 4–6 – Viremia Primer
Virus masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ retikuloendotelial seperti hati dan limpa.
Hari 10–14 – Viremia Sekunder
Virus menyebar luas ke kulit dan mukosa, disertai gejala prodromal berupa demam, malaise, dan sakit kepala. Pasien mulai sangat infeksius.
Hari 14–16 – Fase Erupsi Kulit
Virus menginfeksi sel epidermis, menyebabkan edema dan kerusakan sel, sehingga timbul lesi khas bertahap:
makula → papula → vesikel → pustula → krusta.
Ciri khas varicella adalah lesi dengan berbagai stadium sekaligus.
Hari 16–21 – Penyembuhan
Respons imun seluler menghentikan replikasi virus. Lesi mengering dan sembuh tanpa jaringan parut bila tidak terjadi infeksi sekunder.
Pasca Sembuh – Fase Laten
Virus menetap laten di ganglia saraf sensorik dan dapat reaktivasi menjadi herpes zoster di kemudian hari.

Manifestasi Klinis
Gejala Awal
Demam
Lemas
Sakit kepala
Nyeri tenggorokan
Ruam Kulit
Vesikel berisi cairan jernih
Distribusi dominan di wajah dan badan (pola sentripetal)
Disertai gatal hebat

Diagnosis
Diagnosis varicella umumnya bersifat klinis, berdasarkan:
Gambaran ruam khas
Riwayat kontak
Pemeriksaan laboratorium jarang diperlukan kecuali pada kasus atipikal atau imunokompromais.

Penatalaksanaan
Terapi Umum
Istirahat cukup
Isolasi sampai semua lesi menjadi krusta
Perawatan kulit untuk mencegah infeksi sekunder
Terapi Simptomatik
Paracetamol untuk demam/nyeri
Antihistamin untuk gatal
❌ Aspirin tidak dianjurkan karena risiko Sindrom Reye.

Terapi Antivirus
Acyclovir diberikan pada:
Pasien dewasa
Pasien risiko tinggi komplikasi
Pemberian ≤72 jam sejak onset ruam

Komplikasi
Infeksi bakteri sekunder kulit
Pneumonia varicella
Ensefalitis
Hepatitis
Varicella berat pada kehamilan

Varicella pada Kehamilan
Infeksi varicella pada ibu hamil dapat menyebabkan:
Abortus
Sindrom varicella kongenital
Varicella neonatal berat
➡️ Memerlukan penanganan dan rujukan segera.

Pencegahan
Vaksin Varicella
Pencegahan paling efektif
Dianjurkan pada anak dan dewasa yang belum pernah cacar
Mencegah penyakit berat dan komplikasi
Pencegahan Penularan
Isolasi pasien
Cuci tangan
Hindari kontak dengan kelompok rentan

Prognosis
Pada anak sehat, prognosis umumnya baik. Namun pada dewasa dan kelompok risiko tinggi, penyakit dapat bersifat berat dan memerlukan pemantauan ketat.

Kesimpulan
Varicella merupakan penyakit infeksi yang umum namun tidak boleh dianggap sepele. Pemahaman mengenai perjalanan penyakit, penanganan yang tepat, serta vaksinasi merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi dan penularan.

Daftar Pustaka
Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Chickenpox (Varicella) [Internet]. Atlanta: CDC; 2023 [cited 2026 Jan 30].
Available from: https://www.cdc.gov/chickenpox
Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Clinical Overview of Varicella [Internet]. Atlanta: CDC; 2023 [cited 2026 Jan 30].
Available from: https://www.cdc.gov/chickenpox/hcp/clinical-overview/index.html
World Health Organization (WHO).
Varicella and herpes zoster vaccines: WHO position paper.
Wkly Epidemiol Rec. 2014;89(25):265–288.
Available from: https://www.who.int/publications/i/item/WER8925
Bennett JE, Dolin R, Blaser MJ.
Mandell, Douglas, and Bennett’s Principles and Practice of Infectious Diseases.
9th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.
Jameson JL, Fauci AS, Kasper DL, et al.
Harrison’s Principles of Internal Medicine.
21st ed. New York: McGraw-Hill Education; 2022.
MSD Manuals.
Cacar Air (Varicella) [Internet]. Kenilworth: MSD Manuals; 2023 [cited 2026 Jan 30].
Available from: https://www.msdmanuals.com/id/home/infeksi/infeksi-virus-herpes/cacar-air

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page