top of page

🩺 Mastitis pada Ibu Menyusui

dr. Nanda | 23 Maret 2026

🩺 Mastitis pada Ibu Menyusui

📌 Pendahuluan
Mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara yang paling sering terjadi pada ibu menyusui (mastitis laktasi), meskipun dapat juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui. Kondisi ini dapat bersifat inflamasi non-infeksi maupun infeksi, dan merupakan salah satu penyebab tersering nyeri payudara serta kegagalan menyusui dini.

📊 Epidemiologi
Mastitis terjadi pada sekitar 2–10% ibu menyusui, terutama pada 6–12 minggu pertama postpartum. Faktor risiko utama berkaitan dengan teknik menyusui yang kurang optimal dan stasis ASI.

⚠️ Etiologi dan Faktor Risiko
1. Stasis ASI (faktor utama)
Pengosongan payudara tidak adekuat
Frekuensi menyusui kurang
Perlekatan bayi tidak tepat
2. Trauma puting
Puting lecet → pintu masuk bakteri
3. Infeksi bakteri
Mikroorganisme tersering:
Staphylococcus aureus
Streptococcus spp.
4. Faktor lain
Kelelahan ibu
Stres
Penggunaan bra ketat
Riwayat mastitis sebelumnya

🔬 Patofisiologi Mastitis
Mastitis saat ini dipahami sebagai suatu spektrum inflamasi payudara (mastitis spectrum), bukan hanya infeksi sederhana.
1. Stasis ASI
Pengosongan ASI yang tidak adekuat menyebabkan:
Penumpukan ASI dalam duktus laktiferus
Peningkatan tekanan intraduktal
Distensi alveoli
2. Inflamasi Lokal
Tekanan yang meningkat menyebabkan:
Kerusakan tight junction sel epitel alveoli
Kebocoran komponen ASI ke jaringan interstisial
Aktivasi respon imun lokal
Selanjutnya terjadi:
Pelepasan sitokin proinflamasi (IL-1, IL-6, TNF-α)
Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler
→ muncul gejala nyeri, kemerahan, dan bengkak
3. Disbiosis Mikrobioma Payudara
Konsep terbaru menunjukkan adanya:
Ketidakseimbangan mikrobiota normal payudara
Pertumbuhan bakteri patogen seperti S. aureus
4. Invasi Bakteri
Melalui:
Fisura puting
Duktus laktiferus
Bakteri berkembang → memicu:
Infeksi jaringan
Reaksi inflamasi sistemik (demam, malaise)
5. Progresi ke Abses
Jika tidak ditangani:
Terjadi nekrosis jaringan lokal
Akumulasi pus
→ terbentuk abses payudara

🚨 Manifestasi Klinis
Nyeri payudara unilateral
Kemerahan berbatas tidak tegas
Bengkak dan terasa hangat
Demam (>38°C)
Malaise, lemas
Kadang disertai benjolan

🩺 Diagnosis
Diagnosis ditegakkan secara klinis berdasarkan:
Gejala lokal inflamasi
Gejala sistemik
Pemeriksaan penunjang (jika diperlukan):
USG payudara → menyingkirkan abses
Kultur ASI (kasus berulang/tidak respon terapi)

💊 Penatalaksanaan
1. Non-Farmakologis
Tetap menyusui atau memompa ASI
Perbaikan teknik menyusui
Kompres hangat sebelum menyusui
Istirahat cukup dan hidrasi
2. Farmakologis
Analgesik: Paracetamol
Antibiotik (bila infeksi bakteri):
Amoxicillin
Dikloksasilin / sefaleksin (sesuai guideline)
3. Tata laksana abses
Drainase (aspirasi jarum atau insisi)
Antibiotik lanjutan

🛡️ Pencegahan
Teknik menyusui yang benar
Menyusui secara teratur
Menghindari stasis ASI
Perawatan puting
Edukasi ibu menyusui

💡 Prognosis
Dengan penanganan yang tepat, mastitis umumnya membaik dalam 2–3 hari. Keterlambatan terapi dapat menyebabkan komplikasi berupa abses payudara.

📚 Daftar Pustaka
Mitchell KB, Johnson HM, et al.
Academy of Breastfeeding Medicine Clinical Protocol #36: The Mastitis Spectrum, Revised 2022. Breastfeeding Medicine. 2022;17(5):360–376.
Amir LH.
ABM Clinical Protocol #4: Mastitis, Revised 2014. Breastfeeding Medicine. 2014;9(5):239–243.
World Health Organization.
Mastitis: Causes and Management. Geneva: WHO; 2000.
Centers for Disease Control and Prevention.
Breastfeeding: Mastitis. Updated 2023.
Spencer JP.
Management of Mastitis in Breastfeeding Women. American Family Physician. 2008;78(6):727–731.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page