🩺 HIPERKOLESTEROLEMIA
dr. Nanda | 25 Desember 2025

📌 Pengertian
Hiperkolesterolemia adalah kondisi peningkatan kadar kolesterol dalam darah, terutama LDL (low density lipoprotein) yang berperan besar dalam pembentukan plak pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi berisiko tinggi menyebabkan penyakit kardiovaskular.
🧬 Jenis Lemak dalam Darah
LDL (kolesterol jahat)
Kolesterol yang dapat menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan.
HDL (kolesterol baik)
Berfungsi membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang.
Trigliserida
Lemak darah yang sering meningkat akibat konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
⚠️ Mengapa Berbahaya?
Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan:
Penyakit jantung koroner
Stroke iskemik
Penyakit pembuluh darah perifer
Serangan jantung mendadak
Karena sering tanpa gejala, banyak penderita baru terdiagnosis setelah terjadi komplikasi.
🔍 Faktor Risiko
Faktor yang tidak dapat diubah meliputi usia, riwayat keluarga, dan faktor genetik seperti familial hypercholesterolemia.
Faktor yang dapat diubah antara lain pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan hipertensi.
📊 Nilai Kolesterol Normal (Dewasa)
Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
LDL: kurang dari 100 mg/dL
HDL: ≥ 40 mg/dL pada pria dan ≥ 50 mg/dL pada wanita
Trigliserida: kurang dari 150 mg/dL
🍽️ Pola Makan untuk Mengontrol Kolesterol
Disarankan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, ikan, makanan berserat seperti oat dan kacang-kacangan, serta lemak sehat dari minyak zaitun atau kanola.
Perlu membatasi gorengan, jeroan, daging berlemak, makanan cepat saji, dan minuman manis.
🏃 Perubahan Gaya Hidup
Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sebanyak 3–5 kali per minggu, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, tidur cukup, dan mengelola stres sangat berperan dalam menurunkan kolesterol.
💊 Apakah Perlu Obat?
Tidak semua penderita hiperkolesterolemia memerlukan obat. Pemberian obat seperti statin dipertimbangkan berdasarkan kadar LDL dan faktor risiko kardiovaskular. Obat harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan sendiri.
🩺 Kapan Perlu Periksa Kolesterol?
Pemeriksaan kolesterol dianjurkan pada usia di atas 35 tahun atau lebih muda bila memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga penyakit jantung, diabetes, hipertensi, obesitas, atau kebiasaan merokok.
📌 Pesan Edukasi
Hiperkolesterolemia sering tidak menimbulkan keluhan, tetapi dapat berdampak serius. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup adalah kunci utama pencegahan penyakit jantung dan stroke.
📚 DAFTAR PUSTAKA
Grundy SM, Stone NJ, Bailey AL, et al.
2018 AHA/ACC Guideline on the Management of Blood Cholesterol. Circulation. 2019.
Mach F, Baigent C, Catapano AL, et al.
2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias. European Heart Journal. 2020.
Ference BA, Ginsberg HN, Graham I, et al.
Low-density lipoproteins cause atherosclerotic cardiovascular disease. European Heart Journal. 2017.
Silverman MG, Ference BA, Im K, et al.
Association between lowering LDL-C and cardiovascular risk reduction. JAMA. 2016.
World Health Organization.
Cardiovascular diseases (CVDs): Risk factors. WHO Fact Sheets. 2023.
StatPearls Publishing.
Hypercholesterolemia. Updated 2024.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. 2022.