top of page

🩺 Dislipidemia

dr.Nanda | 20 Maret 2026

🩺 Dislipidemia

Pendahuluan
Dislipidemia merupakan kondisi gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan kadar lemak dalam darah, meliputi kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), trigliserida, dan high-density lipoprotein (HDL). Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Definisi
Dislipidemia adalah keadaan abnormal kadar lipid dalam plasma, berupa:
Peningkatan kolesterol total
Peningkatan LDL (kolesterol jahat)
Peningkatan trigliserida
Penurunan HDL (kolesterol baik)


Klasifikasi
1. Berdasarkan Etiologi
Primer (genetik): seperti familial hypercholesterolemia
Sekunder: akibat gaya hidup atau penyakit lain (diabetes melitus, obesitas, hipotiroid)


2. Berdasarkan Profil Lipid
Hiperkolesterolemia
Hipertrigliseridemia
Dislipidemia campuran
HDL rendah

Patofisiologi Dislipidemia
1. Metabolisme Lipid Normal
Lipid dalam tubuh berasal dari:
Eksogen (makanan) → diabsorpsi di usus → dibentuk menjadi kilomikron
Endogen (hati) → disintesis menjadi VLDL

Alur metabolisme:
Kilomikron → dipecah oleh lipoprotein lipase → menghasilkan asam lemak bebas
VLDL → menjadi IDL → kemudian menjadi LDL
LDL membawa kolesterol ke jaringan
HDL mengangkut kolesterol kembali ke hati (reverse cholesterol transport)

2. Gangguan Metabolisme Lipid
Dislipidemia terjadi akibat:
Produksi lipoprotein berlebih (terutama VLDL & LDL)
Penurunan clearance LDL dari plasma
Gangguan fungsi HDL

3. Mekanisme Aterosklerosis
Proses utama komplikasi dislipidemia adalah pembentukan plak aterosklerosis:
a. Disfungsi Endotel
LDL yang meningkat akan masuk ke lapisan intima pembuluh darah dan mengalami oksidasi menjadi oxLDL.
b. Respon Inflamasi
oxLDL memicu respon inflamasi:
Aktivasi sel endotel
Rekrutmen monosit → menjadi makrofag

c. Pembentukan Foam Cell
Makrofag memakan oxLDL → berubah menjadi foam cell → membentuk fatty streak.
d. Pembentukan Plak
Fatty streak berkembang menjadi plak aterosklerotik dengan komponen:
Lipid
Sel inflamasi
Jaringan fibrosa

e. Ruptur Plak
Plak dapat pecah → memicu pembentukan trombus → menyebabkan:
Infark miokard
Stroke


4. Peran Trigliserida dan HDL
Trigliserida tinggi berhubungan dengan peningkatan VLDL dan small dense LDL yang lebih aterogenik
HDL rendah → menurunkan kemampuan tubuh membersihkan kolesterol dari pembuluh darah


5. Faktor Risiko yang Mempengaruhi
Diet tinggi lemak jenuh & trans
Kurang aktivitas fisik
Obesitas
Diabetes melitus
Merokok
Faktor genetik

Manifestasi Klinis
Sebagian besar pasien asimtomatik, namun dapat ditemukan:
Xanthelasma
Xanthoma
Arcus corneae
Gejala komplikasi (nyeri dada, stroke)

Diagnosis
Pemeriksaan profil lipid:
Kolesterol total
LDL
HDL
Trigliserida


Tatalaksana
1. Modifikasi Gaya Hidup
Diet rendah lemak jenuh
Aktivitas fisik rutin
Penurunan berat badan
Berhenti merokok

2. Terapi Farmakologi
Statin (first line)
Fibrat
Ezetimibe
PCSK9 inhibitor


Kesimpulan
Dislipidemia merupakan kondisi yang sering tidak bergejala namun memiliki peran besar dalam terjadinya penyakit kardiovaskular. Pemahaman patofisiologi sangat penting untuk menentukan strategi pencegahan dan terapi yang tepat.

📚 Daftar Pustaka
World Health Organization. Dyslipidaemia Fact Sheet. Geneva: WHO; 2023.
American Heart Association. 2018 Guideline on the Management of Blood Cholesterol. Circulation. 2019;139:e1082–e1143.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Pedoman Tatalaksana Dislipidemia. Jakarta: PERKI; 2021.
Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York: McGraw-Hill; 2022.
American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes—2024. Diabetes Care. 2024.
Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. Philadelphia: Elsevier; 2021.


  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page