top of page

🩹 Pertolongan Pertama pada Luka & Proses Penyembuhannya

dr. Nanda | 28 November 2025

🩹 Pertolongan Pertama pada Luka & Proses Penyembuhannya

1. Pengertian Luka
Luka adalah kerusakan pada jaringan tubuh yang terjadi akibat trauma, gesekan, potongan benda tajam, tekanan, atau proses penyakit tertentu. Luka dapat bersifat superfisial (dangkal) hingga dalam yang mengenai otot atau struktur lain.
Tujuan utama penanganan luka adalah menghentikan perdarahan, mencegah infeksi, dan mendukung proses penyembuhan yang optimal.

2. Pertolongan Pertama pada Luka (First Aid for Wound Care)
a. Cuci Tangan
Membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer membantu mencegah kontaminasi bakteri pada luka.
b. Hentikan Perdarahan
Tekan lembut area yang berdarah menggunakan kain bersih/kasa steril.
Sebagian besar perdarahan ringan akan berhenti dalam 5–10 menit.
c. Bersihkan Luka
Gunakan air mengalir atau NaCl 0,9%.
Tujuannya mengeluarkan kotoran tanpa merusak jaringan sehat.
Hindari menyiram luka baru dengan alkohol atau hidrogen peroksida karena dapat merusak jaringan granulasinya.
d. Gunakan Antiseptik Aman
Setelah luka bersih, gunakan antiseptik yang sesuai:
Povidone-iodine 10%
Chlorhexidine 0.05–0.5%
NaCl 0,9% (sebagai irigasi utama)
PHMB (Polyhexamethylene Biguanide) → antiseptik modern untuk luka sensitif atau luka kronis

e. Tutup Luka
Gunakan kasa steril atau perban untuk menjaga kelembapan dan melindungi dari gesekan serta kotoran.
Balutan diganti setiap hari atau bila basah/kotor.

f. Kapan Harus Ke Dokter?
Luka dalam >1 cm atau tampak jaringan lemak
Perdarahan tidak berhenti >10 menit
Luka akibat gigitan hewan
Luka kotor oleh tanah, karat, atau benda asing
Muncul tanda infeksi: nanah, bengkak, kemerahan meluas, atau demam
Belum vaksin tetanus ≥5 tahun pada luka berisiko


3. Notes Tambahan (Edukasi Penting)
“Obat biru” (Gentian Violet/Pioktanin) hanya aman untuk luka superfisial dan kering; tidak dianjurkan untuk luka baru karena dapat mengiritasi dan menghambat penyembuhan.
Hindari alkohol, hidrogen peroksida berulang, balsem, atau ramuan herbal.
Luka sebaiknya dijaga tetap lembap (moist wound healing) — terbukti menyembuhkan lebih cepat daripada dibiarkan kering.


4. Jenis-Jenis Luka
a. Luka Insisi
Terjadi akibat benda tajam (pisau, silet). Tepi luka biasanya rata.
b. Luka Laserasi
Robekan tidak beraturan akibat benturan. Sering membutuhkan penjahitan.
c. Luka Abrasi
Luka gesekan pada permukaan kulit. Biasanya dangkal.
d. Luka Tusuk
Disebabkan benda runcing. Berisiko tinggi infeksi dan tetanus.
e. Luka Bakar
Dapat disebabkan panas, kimia, listrik, atau radiasi.

5. Proses Penyembuhan Luka
Penyembuhan luka terjadi dalam empat fase utama:
1. Fase Hemostasis (0–2 jam)
Tubuh menghentikan perdarahan melalui vasokonstriksi dan pembentukan bekuan darah (clot).
Platelet mengeluarkan faktor pertumbuhan sebagai sinyal untuk memulai proses penyembuhan.

2. Fase Inflamasi (1–3 hari)
Sel imun (neutrofil, makrofag) membersihkan bakteri dan jaringan rusak.
Kemerahan dan sedikit bengkak adalah reaksi normal.

3. Fase Proliferasi (3 hari–3 minggu)
Pembentukan jaringan baru (granulation tissue) yang kaya pembuluh darah.
Fibroblas menghasilkan kolagen.
Epitelisasi: sel kulit baru mulai menutup permukaan luka.

4. Fase Maturasi/Remodeling (3 minggu–1 tahun)
Kolagen diperkuat sehingga jaringan menjadi lebih kuat.
Bekas luka (scar) perlahan memudar.
Faktor yang menghambat penyembuhan: diabetes, infeksi, merokok, malnutrisi, usia lanjut, luka terlalu kering atau terlalu basah.

6. Prinsip Modern: Moist Wound Healing
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa luka yang dijaga lembap (bukan kering) mengalami:
penyembuhan lebih cepat,
risiko infeksi lebih rendah,
jaringan parut lebih minimal.
Penggunaan balutan modern yang mempertahankan kelembapan (hydrogel, foam dressing, hydrocolloid) sangat dianjurkan untuk luka kronis atau luka sedang–berat.

7. Kesimpulan
Pertolongan pertama yang tepat pada luka sangat penting untuk mencegah infeksi dan memastikan penyembuhan optimal. Membersihkan luka dengan benar, menggunakan antiseptik yang aman, dan menjaga kelembaban luka merupakan kunci utama. Bila luka dalam, kotor, atau tidak kunjung membaik, segera konsultasi ke tenaga medis.

📚 Sumber Ilmiah
Leaper, D., Bradley, M. (2020). Wound healing and management. BMJ.
Ovington, L. (2017). Moist wound healing: optimizing the wound environment. Ostomy Wound Management.
World Health Organization (WHO). Basic Wound Care Guidelines.
Gupta, S., et al. (2022). Wound cleansing and antiseptics: A systematic review. Journal of Wound Care.
Kramer, A., et al. (2018). Polyhexanide (PHMB) in wound antisepsis. GMS Hygiene and Infection Control.



  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page