top of page

🌙 Begadang: Dampak, Mekanisme, dan Cara Mencegahnya

dr. Nanda | 06 Desember 2025

🌙 Begadang: Dampak, Mekanisme, dan Cara Mencegahnya

1. Pengertian Begadang
Begadang adalah kondisi ketika seseorang tetap terjaga hingga larut malam atau tidak mendapatkan tidur yang cukup (idealnya 7–9 jam per hari untuk dewasa). Kekurangan tidur ini mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur hormon, metabolisme, tekanan darah, sistem imun, dan fungsi mental.

2. Gejala Akibat Begadang
Orang yang sering begadang biasanya mengalami:
Mudah lelah
Mengantuk sepanjang hari
Sulit fokus dan lambat berpikir
Mood mudah berubah, mudah marah
Sakit kepala
Mata kering, berair, atau pandangan buram
Nafsu makan meningkat, terutama craving manis
Penurunan performa kerja atau aktivitas harian

3. Penyakit dan Gangguan yang Dapat Muncul
Begadang berulang meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, antara lain:
a. Gangguan Kardiovaskular
Hipertensi
Penyakit jantung koroner
Aritmia
Kurang tidur meningkatkan aktivitas simpatis dan inflamasi pembuluh darah.
b. Diabetes Mellitus Tipe 2
Begadang menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah.
c. Obesitas
Karena peningkatan hormon lapar (ghrelin) dan penurunan hormon kenyang (leptin).
d. Penurunan Sistem Imun
Tubuh lebih mudah terserang ISPA, flu, dan infeksi lainnya.
e. Gangguan Psikologis
Termasuk depresi, kecemasan, mudah stres, dan mood swing.
f. Gangguan Pencernaan
Maag (gastritis), perut kembung, dan kambuhnya GERD.
g. Gangguan Neurologis
Sakit kepala tipe tegang, migrain, dan penurunan kemampuan kognitif.

4. Efek Jangka Pendek dan Panjang
Efek Jangka Pendek
Konsentrasi menurun
Performa kerja dan daya ingat berkurang
Mudah mengantuk saat berkendara (berbahaya!)
Mood tidak stabil

Efek Jangka Panjang
Penuaan dini kulit
Risiko penyakit jantung dan stroke meningkat
Risiko diabetes tipe 2
Gangguan mental kronis
Penurunan kualitas hidup secara keseluruhan


5. Patofisiologi: Mengapa Begadang Merusak Tubuh?
a. Aktivasi Sistem Saraf Simpatis
Kurang tidur → tubuh mengaktifkan “mode stres”
→ detak jantung dan tekanan darah meningkat.
b. Gangguan Ritme Sirkadian
Ritme hormon terganggu → metabolisme kacau → peningkatan gula darah dan nafsu makan.
c. Pengaruh pada Hormon
Kortisol naik → tubuh lebih stres
Ghrelin naik & leptin turun → lebih lapar
Melatonin turun → tidur makin susah
d. Penurunan Sistem Imun
Produksi sel imun (termasuk sel NK) menurun signifikan → tubuh lebih rentan infeksi.
e. Inflamasi Sistemik
Kurang tidur meningkatkan sitokin pro-inflamasi → mempercepat kerusakan organ jangka panjang.


6. Pencegahan Begadang
Atur jadwal tidur yang konsisten
Batasi aktivitas elektronik sebelum tidur
Hindari kopi atau minuman berkafein di atas jam 3 sore
Buat rutinitas tidur yang nyaman dan menenangkan
Atur beban kerja agar tidak sering pulang terlalu larut
Hindari makan besar menjelang tidur


7. Tips Tidur yang Baik (Sleep Hygiene)
Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari
Kurangi paparan layar 1–2 jam sebelum tidur
Buat kamar tidur gelap, sejuk, dan tenang
Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur (bukan untuk kerja/gadget)
Olahraga rutin (hindari olahraga berat malam hari)
Hindari merokok dan alkohol menjelang tidur
Lakukan aktivitas relaksasi: mandi air hangat, stretching, atau membaca
Jika tidak bisa tidur 20–30 menit, bangun sebentar dan lakukan aktivitas ringan


📚 Sumber Jurnal
Riemann D, et al. (2020). The interplay between sleep and physical & mental health. The Lancet Psychiatry.
Irfan M, et al. (2021). Sleep deprivation and cardiovascular risk. Journal of the American Heart Association.
Depner CM, et al. (2019). Insufficient sleep increases insulin resistance. Science Advances.
Wang J, et al. (2020). Sleep duration and obesity: a systematic review and meta-analysis. Sleep Medicine Reviews.
Papatriantafyllou E. (2020). Sleep and immune function. Nature Reviews Immunology.



  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon

Klinik Satriabudi Dharma Medika © 2023

Thanks for submitting!

bottom of page