“Memahami Dismenore: Kapan Nyeri Haid Perlu Diwaspadai?”
dr. Nanda | 18 Desember 2025

1. Pendahuluan
Dismenore merupakan salah satu keluhan ginekologi tersering pada perempuan usia reproduksi. Kondisi ini sering dianggap wajar sehingga banyak pasien menunda pemeriksaan, padahal pada sebagian kasus dismenore dapat menjadi tanda kelainan yang lebih serius. Edukasi yang tepat di layanan primer sangat penting untuk membedakan nyeri haid fisiologis dan patologis.
2. Pengertian
Dismenore adalah nyeri pada perut bagian bawah yang terjadi sebelum, saat, atau selama menstruasi, yang dapat disertai keluhan lain seperti nyeri pinggang, mual, muntah, sakit kepala, atau lemas.
Nyeri biasanya bersifat:
kram,
tertarik,
atau pegal hebat,
dan dapat menjalar ke punggung bawah atau paha bagian dalam.
3. Epidemiologi
Dismenore dialami oleh sekitar 50–90% perempuan usia reproduksi, dengan derajat keparahan bervariasi. Sekitar 10–20% mengalami nyeri berat hingga mengganggu aktivitas sekolah, kerja, dan kualitas hidup.
4. Patofisiologi
Pada menstruasi, terjadi pelepasan prostaglandin (terutama PGF2α) dari endometrium. Kadar prostaglandin yang tinggi menyebabkan:
kontraksi uterus berlebihan,
vasokonstriksi pembuluh darah uterus,
penurunan aliran darah ke jaringan,
sehingga timbul iskemia dan nyeri.
5. Pembagian Dismenore
A. Dismenore Primer
Dismenore yang tidak disertai kelainan organik pelvis.
Karakteristik:
Umumnya muncul 6–12 bulan setelah menarche
Sering pada remaja dan wanita muda
Nyeri muncul sejak hari pertama haid
Membaik dengan bertambah usia atau setelah melahirkan
Penyebab utama:
Peningkatan produksi prostaglandin endometrium.
B. Dismenore Sekunder
Dismenore yang disebabkan oleh kelainan ginekologis tertentu.
Penyebab tersering:
Endometriosis
Adenomiosis
Mioma uteri
Penyakit radang panggul
Stenosis serviks
Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)
Karakteristik:
Nyeri muncul bertahap dan makin berat
Bisa terjadi di luar masa haid
Sering disertai keluhan lain (perdarahan berlebih, nyeri saat berhubungan)
6. Manifestasi Klinis
Keluhan yang sering menyertai dismenore:
Nyeri perut bawah
Nyeri pinggang
Mual dan muntah
Diare
Sakit kepala
Mudah lelah
Perubahan mood
7. Tanda Bahaya (Red Flags)
Pasien perlu segera diperiksa lebih lanjut bila terdapat:
Nyeri haid sangat hebat hingga tidak bisa beraktivitas
Nyeri tidak membaik dengan analgesik
Perdarahan menstruasi sangat banyak atau >7 hari
Nyeri haid disertai demam
Nyeri saat berhubungan seksual
Keputihan berbau atau tidak normal
Riwayat haid sebelumnya tidak nyeri lalu menjadi sangat nyeri
8. Penatalaksanaan di Layanan Primer
A. Non-Farmakologis
Edukasi pasien
Kompres hangat perut bawah
Aktivitas fisik ringan dan teratur
Manajemen stres
Istirahat cukup
B. Farmakologis
NSAID (misalnya ibuprofen, asam mefenamat) sebagai lini pertama
Analgesik diminum sejak awal nyeri atau sebelum haid
Terapi hormonal dapat dipertimbangkan sesuai indikasi dan rujukan
9. Pencegahan
Upaya pencegahan dismenore meliputi:
Olahraga teratur
Pola makan seimbang
Menjaga berat badan ideal
Mengelola stres
Tidur cukup
Konsultasi dini bila nyeri haid semakin berat
10. Kesimpulan
Dismenore merupakan kondisi yang sering terjadi namun tidak boleh selalu dianggap normal. Peran layanan kesehatan primer sangat penting dalam edukasi, penanganan awal, dan deteksi dini dismenore sekunder. Pendekatan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mencegah komplikasi jangka panjang.
📚 Daftar Pustaka
Dawood MY. Primary dysmenorrhea: advances in pathogenesis and management. Obstetrics & Gynecology. 2006;108(2):428–441.
French L. Dysmenorrhea. American Family Physician. 2005;71(2):285–291.
Osayande AS, Mehulic S. Diagnosis and initial management of dysmenorrhea. American Family Physician. 2014;89(5):341–346.
Harel Z. Dysmenorrhea in adolescents and young adults. J Pediatr Adolesc Gynecol. 2006;19(6):363–371.
ACOG Practice Bulletin No. 118. Management of dysmenorrhea and endometriosis. Obstetrics & Gynecology. 2010.
Zondervan KT et al. Endometriosis. New England Journal of Medicine. 2020;382:1244–1256.
Burnett M, Lemyre M. Primary dysmenorrhea consensus guideline. J Obstet Gynaecol Can. 2017.